Sebanyak 83 Guru MAN Ende Susun Perangkat Pembelajaran Mendalam Terintegrasi
- 29 Sep 2026 15:06 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende — Sebanyak 83 guru MAN Ende, Nusa Tenggara Timur, menyusun perangkat Pembelajaran Mendalam yang terintegrasi dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Kegiatan penguatan berlangsung selama empat hari, 25–28 September 2026, dengan pendampingan dua pengawas Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Wahyuni Budiasih dan Cici Bunga Mulyati.
Dalam kegiatan tersebut, para guru tidak hanya menyusun perangkat pembelajaran, tetapi juga mempraktikkan penerapannya. Materi meliputi analisis Capaian Pembelajaran menjadi Tujuan Pembelajaran dan Alur Tujuan Pembelajaran, penyusunan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran, asesmen, Tes Kemampuan Akademik, hingga Rencana Pembelajaran Mendalam.
Para guru juga mempresentasikan perangkat yang disusun berdasarkan rumpun mata pelajaran dan mengikuti microteaching. Penguatan turut membahas pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) sebagai alat bantu penyusunan asesmen dengan tetap memperhatikan regulasi dan kebutuhan pembelajaran. Peserta juga mendapat coaching kokurikuler tentang mitigasi gempa sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan menghadapi konteks kebencanaan di NTT.
Koordinator Pengawas, Wahyuni Budiasih, menegaskan penyusunan perangkat pembelajaran tidak boleh berhenti pada kegiatan pelatihan. Ia mendorong adanya pendampingan dan supervisi langsung di kelas untuk memastikan perangkat yang telah disusun benar-benar diterapkan dalam proses belajar mengajar.
“Saya mengharapkan agar kegiatan penyusunan perangkat pembelajaran mendalam yang diintegrasikan dengan KBC tidak berhenti sampai hari ini saja, tetapi harus ada tindak lanjut pada pendampingan secara langsung di kelas,” ujarnya.
Kepala MAN Ende, H. Tahrun Thalib, mengatakan kolaborasi antara Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan perlu terus diperkuat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Menurut dia, pendampingan lintas instansi dapat menjadi ruang berbagi kompetensi dan praktik baik. Dengan supervisi lanjutan, Pembelajaran Mendalam dan KBC diharapkan tidak sekadar menjadi dokumen, tetapi benar-benar diterapkan dalam pengalaman belajar siswa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....