35 Traktor dan 16 Hand Sprayer Siap Perkuat Sektor Pertanian Manggarai
- 30 Mei 2026 20:43 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai – Sebanyak 35 unit traktor roda dua dan 16 unit hand sprayer siap disalurkan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kepada kelompok tani di Kabupaten Manggarai pada tahun 2026. Bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) tersebut diharapkan mampu memperkuat sektor pertanian daerah melalui peningkatan produktivitas, efisiensi kerja, serta percepatan penerapan teknologi pertanian modern di tingkat petani.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manggarai, Ferdy Ampur, pada tahun anggaran 2026 pemerintah menyiapkan 51 unit alsintan yang akan disalurkan kepada kelompok tani penerima manfaat. Bantuan tersebut terdiri atas 35 unit traktor roda dua dan 16 unit hand sprayer.
Menurutnya, pemanfaatan alsintan menjadi salah satu solusi dalam menjawab tantangan pertanian modern, terutama keterbatasan tenaga kerja dan tingginya biaya produksi di tingkat petani.
“Pemanfaatan alsintan merupakan jawaban atas tantangan pertanian saat ini. Namun, penggunaan teknologi harus dibarengi dengan pemahaman dan tata kelola yang baik agar benar-benar mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” ujar Ferdy saat membuka kegiatan sosialisasi pemanfaatan alsintan di Aula Dinas Pertanian, Jumat, 29 Mei 2026.
Lebih lanjut, Ia menegaskan, pendistribusian alsintan dilakukan berdasarkan kebutuhan riil dan kondisi geografis masing-masing wilayah. Untuk daerah dengan topografi berat atau lahan yang sulit dijangkau, pemerintah memprioritaskan alsintan berukuran kecil yang lebih mudah dioperasikan.
Sementara itu, wilayah dengan hamparan lahan datar akan mendapatkan alsintan berkapasitas lebih besar guna meningkatkan efektivitas kerja.
“Penyesuaian jenis alsintan dengan kondisi lahan sangat penting agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat guna dan memberikan manfaat maksimal bagi petani,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ferdy juga meminta para PPL untuk memperkuat pendampingan dan pengawasan terhadap pemanfaatan bantuan alsintan, khususnya 35 unit traktor roda dua yang dinilai rentan disalahgunakan.
“Peran penyuluh sangat penting untuk memastikan bantuan ini tepat sasaran dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Jika terdapat indikasi penyimpangan, harus segera dideteksi dan ditindaklanjuti,” ungkapnya.
Selain melakukan pengawasan, para penyuluh juga diminta memberikan bimbingan teknis secara berkala agar alsintan dapat digunakan secara optimal dan memiliki umur pakai yang lebih panjang.
Usai kegiatan sosialisasi, kelompok tani penerima bantuan diminta segera menggelar rapat anggota bersama PPL pendamping guna membahas mekanisme penggunaan alat, jadwal operasional, pembiayaan perawatan, hingga pengaturan mobilisasi alsintan di lapangan.
Ferdy juga menegaskan bahwa biaya pengangkutan alsintan dari kantor dinas menuju lokasi kelompok tani tidak ditanggung oleh pemerintah daerah. Seluruh biaya distribusi menjadi tanggung jawab masing-masing kelompok penerima dan diharapkan dapat dimusyawarahkan bersama anggota.
“Biaya pengangkutan dari kantor dinas ke lokasi kelompok tani menjadi tanggung jawab kelompok penerima. Untuk itu, perlu ada kesepakatan bersama agar proses distribusi dapat berjalan lancar,” tuturnya.
Apabila tidak ada kendala, penyerahan 51 unit alsintan tersebut dijadwalkan berlangsung pada pekan depan dan akan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Manggarai. Pemerintah berharap bantuan tersebut mampu mempercepat transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.
Kegiatan sosalisasi ini dihadiri para ketua dan perwakilan kelompok tani calon penerima bantuan serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari seluruh wilayah Kabupaten Manggarai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....