Gubernur Melki: Pendidikan NTT Harus Naik Kelas, Guru Jadi Kunci Perubahan

  • 30 Mei 2026 20:42 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa kualitas pendidikan di NTT masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus dibenahi secara serius dan kolaboratif. Hal itu disampaikannya saat memberikan arahan dalam kegiatan Pengukuhan Ibunda Guru Provinsi NTT dan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT di Aula El Tari Kupang, Jumat, 29 Mei 2026.

Menurut Melki, posisi NTT yang masih berada di peringkat 36 dari 38 provinsi dalam hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) menunjukkan perlunya langkah-langkah baru untuk meningkatkan mutu pendidikan. Meski demikian, Melki menyoroti fakta menarik bahwa minat baca masyarakat NTT justru tercatat sebagai yang tertinggi secara nasional.

Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi sinyal bahwa persoalan pendidikan tidak hanya terletak pada rendahnya semangat belajar masyarakat, tetapi juga pada sistem dan metode pengelolaan pendidikan yang perlu diperbaiki. Karena itu, Pemerintah Provinsi NTT telah meluncurkan Peraturan Gubernur Nomor 24 Tahun 2026 tentang Gerakan Jam Belajar di Lingkungan Masyarakat guna membangun kembali budaya belajar di rumah.

Melalui program tersebut, masyarakat didorong menciptakan suasana belajar setiap pukul 18.00 hingga 19.30 WITA dengan kegiatan seperti membaca, berhitung, belajar kelompok, maupun diskusi keluarga. Melki menegaskan bahwa besarnya anggaran pendidikan tidak akan memberikan hasil optimal tanpa peningkatan kualitas guru dan penguatan budaya belajar masyarakat.

Dari total APBD NTT sebesar Rp5,5 triliun, sekitar Rp2,4 triliun atau 45 persen dialokasikan untuk sektor pendidikan. “Anggaran pendidikan kita besar, tetapi hasilnya belum sesuai harapan. Karena itu fokus berikutnya bukan hanya anggaran, tetapi bagaimana kualitas guru dan budaya belajar masyarakat bisa diperkuat,” ujarnya.

Menurut Melki, guru tetap menjadi faktor utama dalam meningkatkan mutu pendidikan. Ia menekankan bahwa kemampuan guru dalam mentransfer ilmu pengetahuan kepada peserta didik sangat menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Dalam kesempatan yang sama, Gubernur juga berpesan kepada mahasiswa peserta Kukerta agar menjadikan program pengabdian masyarakat sebagai pengalaman penting untuk belajar, berkontribusi, dan meninggalkan dampak positif bagi masyarakat.

Sementara itu, Ibunda Guru Provinsi NTT, Mindriyati Astiningsih Laka Lena, menegaskan bahwa peran Ibunda Guru harus diwujudkan melalui kerja nyata untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kompetensi guru. Ia mengungkapkan rencana pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Ibunda Guru guna memperkuat literasi, pengembangan kapasitas guru, dan kolaborasi lintas sektor.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Melki Laka Lena juga secara resmi melepas 470 mahasiswa UPG 1945 NTT yang akan melaksanakan Kukerta periode Juni–Juli 2026 di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang unggul di NTT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....