Gelombang Tinggi Ancam Aktivitas Nelayan Perairan NTT

  • 29 Mei 2026 18:54 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan Nusa Tenggara Timur pada Jumat, 29 Mei 2026. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap aktivitas perahu nelayan dan kapal tongkang yang beroperasi di wilayah perairan NTT.

Prakirawan BMKG Maritim Tenau Kupang, Nur Ida Hasana, menyampaikan wilayah yang berpotensi mengalami gelombang tinggi meliputi Selat Sape, Selat Flores-Lamakera, Selat Pantar, Laut Sawu, Selat Ombai, hingga perairan selatan Flores dan Sumba. “Masyarakat pesisir dan nelayan diminta meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di laut,” ujarnya.

Selain gelombang tinggi, kondisi cuaca di wilayah perairan NTT umumnya cerah berawan hingga hujan dengan intensitas ringan. Angin bertiup dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan berkisar 16 hingga 40 kilometer per jam.

BMKG juga mengingatkan nelayan agar memperhatikan perkembangan cuaca sebelum melaut. Kondisi angin kencang dan gelombang tinggi dapat membahayakan keselamatan pelayaran, terutama bagi kapal berukuran kecil, kata Nur Ida Hasana.

Masyarakat diimbau terus memantau informasi cuaca maritim yang diperbarui secara berkala oleh BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang. “Jika kondisi cuaca dirasa tidak bersahabat, nelayan sebaiknya menunda aktivitas melaut demi keselamatan bersama,” ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....