Gunung Lewotobi Laki-laki Siaga III, Radius 5 Km dari Pusat Erupsi Harus Steril

  • 28 Mei 2026 10:09 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Flotim - Tingkat aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur hingga Rabu 27 Mei 2026 masih bertahan di Level III atau Siaga. Kondisi ini memicu dikeluarkannya larangan total bagi warga maupun wisatawan untuk mendekat dalam radius aman yang telah ditentukan.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Geologi menetapkan status tersebut setelah mengevaluasi perkembangan visual dan instrumental. Berdasarkan laporan resmi yang dirilis, masa kritis pengamatan ini mencakup fluktuasi aktivitas yang terekam sepanjang periode 16–22 Mei 2026.

Pemicu utama bertahannya status Siaga ini didominasi oleh pergerakan fluida magmatik yang sangat aktif di dalam tubuh gunung. Sepanjang sepekan pengamatan, instrumen PVMBG mencatat adanya akumulasi tekanan dangkal yang bergerak secara kontinu.

Secara visual, kawah aktif gunung api ini terus melepaskan hembusan asap putih tebal dengan ketinggian mencapai 200 meter. Tim pengamat di lapangan juga melaporkan adanya pelepasan gas vulkanik yang condong mengarah ke sektor barat laut.

Dari sisi instrumental, aktivitas kegempaan di permukaan saat ini masih didominasi oleh Gempa Tremor Non-Harmonik sebanyak 217 kali. Selain itu, terekam pula 26 kali Gempa Hembusan serta 31 kali Gempa Low Frequency yang mengindikasikan pasokan energi bawah permukaan.

Data deformasi melalui stasiun tiltmeter WLR2 turut memperkuat bukti bahwa tubuh gunung api ini sedang mengalami pola inflasi atau pembengkakan. Perubahan geomorfologi tersebut menandakan bahwa aliran magma terus mendesak dan terakumulasi di zona dangkal hingga menengah.

Merujuk pada potensi bahaya yang ada, Badan Geologi secara tegas melarang adanya aktivitas manusia dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi. Langkah preventif ini diambil guna menghindari dampak langsung letusan material pijar maupun awan panas secara tiba-tiba.

Pemerintah daerah setempat pun diimbau untuk terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan di Desa Pululera demi mempercepat langkah mitigasi. Sementara itu, masyarakat diminta tetap tenang dan menyaring segala informasi agar tidak terjebak isu hoaks yang menyesatkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....