Pengamat Ungkap Penyebab Erupsi Terbaru Gunung Lewotobi Laki-laki
- 27 Agt 2026 20:24 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Flores Timur – Gunung Lewotobi Laki-laki kembali mengalami erupsi setelah lebih dari 24 jam tidak terjadi letusan. Pengamat Gunung Api Lewotobi Laki-laki, Emanuel Rofinus Bere, mengatakan erupsi dipicu akumulasi gas di permukaan selama jeda erupsi.
Emanuel mengatakan erupsi terakhir sebelum kejadian tersebut tercatat pada 25 Agustus 2026 pukul 21.31 WITA. Menurutnya, secara ideal erupsi terjadi setiap hari dalam skala kecil agar proses pelepasan gas tetap berlangsung.
“Betul ada kejadian erupsi setelah lebih dari 1x24 jam tidak ada erupsi. Jadi terjadi akumulasi gas yang menyebabkan erupsi pagi ini lumayan besar,” kepada RRI Kamis 27 Juli 2026.
Ia menjelaskan, berdasarkan data pemantauan belum terlihat adanya intrusi magma yang signifikan pada Gunung Lewotobi Laki-laki. Kegempaan yang terekam lebih banyak didominasi gempa permukaan yang berkaitan dengan proses pelepasan gas.
Meski demikian, kegempaan yang bersumber dari kedalaman masih terjadi sesekali. Kondisi tersebut dapat memicu kembali akumulasi gas di permukaan yang berpotensi menyebabkan erupsi.
“Namun perlu kita ketahui bahwa sesekali kegempaan dari sumber yang dalam masih terjadi dan ini yang memicu akumulasi gas di permukaan,” katanya.
Berdasarkan pengamatan selama dua pekan terakhir, aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih didominasi erupsi skala kecil. Namun, interval atau jarak waktu antarerupsi mulai menunjukkan kecenderungan semakin berkurang.
Emanuel menegaskan kondisi tersebut membuat tingkat ancaman dan status Gunung Lewotobi Laki-laki masih relevan untuk dipertahankan. Masyarakat diminta tetap mengikuti perkembangan aktivitas gunung api dan memperhatikan informasi resmi dari petugas.
Pada erupsi terbaru, petugas tidak mengamati adanya awan panas. Erupsi disertai dentuman dan lontaran material vulkanik ke arah utara hingga timur laut dengan jarak sekitar 700 hingga 1.000 meter dari pusat erupsi.
Emanuel mengatakan perkembangan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki akan terus dipantau melalui data kegempaan dan pengamatan visual. Hasil pemantauan tersebut menjadi dasar dalam menentukan perkembangan tingkat aktivitas serta potensi ancaman gunung api ke depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....