Lahan Tidur Lembata Disiapkan untuk Jagung Hibrida

  • 27 Mei 2026 19:59 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Lembata – Lahan tidur di Kabupaten Lembata mulai disiapkan untuk pengembangan pertanian jagung hibrida sebagai upaya membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan Pemerintah Kabupaten Lembata bersama Lembaga Kajian dan Advokasi Rakyat Indonesia atau LKARI di ruang kerja Bupati Lembata, Selasa 26 Mei 2026.

Dalam pertemuan tersebut, LKARI menyampaikan rencana ekspansi pengembangan pertanian jagung industri di wilayah Lembata. Program tersebut diarahkan untuk memanfaatkan lahan-lahan produktif yang selama ini belum tergarap maksimal.

Sebagai tahap awal, lahan sekitar 10 hektar di wilayah Weipae disiapkan untuk tiga kali masa tanam. Selain itu, lahan sekitar 5 hektar di wilayah Bean juga akan dimanfaatkan untuk pengembangan jagung hibrida.

Direktur LKARI, dr. Novi, mengatakan pengembangan jagung industri diharapkan mampu membantu mengurangi kemiskinan dan pengangguran masyarakat. Menurutnya, sektor pertanian masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Lembata.

“Melalui gerakan Taman Jagung Panen Ternak dan Lawan Kemiskinan, kami ingin mengubah lahan tidur menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat,” ujarnya.

LKARI sebelumnya telah menjalankan program serupa di Kabupaten Flores Timur. Lembata dinilai memiliki prospek yang baik karena masih tersedia lahan pertanian yang potensial untuk dikembangkan.

Selain menyiapkan lahan, pemerintah daerah juga akan membantu pendampingan teknis dan penyediaan bibit awal melalui tenaga penyuluh pertanian. Pengembangan jagung hibrida diharapkan mampu memperkuat sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....