Meninggalkan Kenyamanan Dunia, Setia Mengikuti Kristus di Era Digital

  • 27 Mei 2026 06:40 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Ende, Silvester Taji, mengajak umat Katolik untuk berani meninggalkan kenyamanan dunia
  • Dunia digital harus menjadi sarana pewartaan kasih, bukan tempat kehilangan arah hidup,” ujarnya.
  • “Kesetiaan kepada Kristus terlihat dari cara kita hidup, berbicara, dan menggunakan media digital dengan bijak serta membawa damai bagi sesama,”

RRI.CO.ID,Ende – Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Ende, Silvester Taji, mengajak umat Katolik untuk berani meninggalkan kenyamanan dunia dan tetap setia mengikuti Kristus di tengah perkembangan era digital. Ajakan tersebut disampaikan dalam acara Mutiara Pagi Katolik, Selasa, 26 Mei 2026.

Menurut Silvester Taji, perkembangan teknologi digital membawa banyak kemudahan, namun juga dapat menjauhkan manusia dari nilai-nilai iman apabila tidak digunakan secara bijaksana. Ia mengatakan, era digital sering membuat manusia terlena dalam kenyamanan duniawi, seperti ketergantungan media sosial, hiburan berlebihan, dan gaya hidup instan.

“Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk tetap setia pada nilai Injil. Dunia digital harus menjadi sarana pewartaan kasih, bukan tempat kehilangan arah hidup,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sikap meninggalkan kenyamanan dunia bukan berarti menolak perkembangan teknologi, tetapi mampu menggunakan teknologi secara bertanggung jawab dan tetap menempatkan Tuhan sebagai pusat kehidupan. Umat Katolik perlu memiliki disiplin rohani melalui doa, membaca Kitab Suci, dan menjaga relasi dengan sesama di tengah derasnya arus informasi digital.

Dalam refleksi iman tersebut, Silvester juga mengingatkan kaum muda Katolik agar tidak mudah terpengaruh budaya instan dan pencarian popularitas di media sosial. Ia menilai kesetiaan mengikuti Kristus membutuhkan pengorbanan, ketekunan, dan keberanian melawan godaan dunia modern.

“Kesetiaan kepada Kristus terlihat dari cara kita hidup, berbicara, dan menggunakan media digital dengan bijak serta membawa damai bagi sesama,” katanya. Acara Mutiara Pagi Katolik menjadi ruang pembinaan rohani bagi umat untuk memperkuat iman dan pengharapan dalam menghadapi tantangan kehidupan modern, khususnya di era digital yang terus berkembang pesat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....