Misa Inkulturasi di Wailolong Perkuat Harmoni Agama dan Budaya
- 25 Mei 2026 15:04 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Flores Timur – Misa Inkulturasi yang memadukan nilai iman Katolik dan budaya lokal berlangsung khidmat di Gereja St. Yohanes Pembaptis, Desa Wailolong, Kecamatan Ile Mandiri, Jumat 22 Mei 2026. Perayaan tersebut dipimpin Uskup Keuskupan Larantuka, Yohanes Hans Monteiro, dan dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Flores Timur, Yosef Aloysius Babaputra, Bupati Flores Timur, tokoh adat, serta umat dari berbagai wilayah.
Misa Inkulturasi menjadi ruang perjumpaan antara ajaran gereja dan tradisi masyarakat lokal. Berbagai simbol budaya ditampilkan dalam liturgi sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur yang tetap hidup di tengah masyarakat Flores Timur.
Dalam sambutannya, Yosef Aloysius Babaputra mengapresiasi Pastor Paroki St. Yosef Riangkemie bersama umat yang secara konsisten menjadikan Misa Inkulturasi sebagai agenda tahunan paroki. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga identitas budaya masyarakat.
Ia menegaskan bahwa budaya tidak dapat dipahami sebatas kesenian semata. Budaya, kata Yosef, merupakan sarana untuk merawat nilai luhur, memperkuat jati diri masyarakat, sekaligus menjadi pengingat akan penyelenggaraan Ilahi dalam kehidupan manusia.
Yosef juga menyoroti keberadaan komunitas adat Keba Baipito Nara Ledu Lema yang dinilai memiliki ikatan sejarah, tradisi, budaya, dan agama yang kuat. Identitas tersebut disebut sebagai modal sosial penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan bermartabat.
Selain itu, ia mengapresiasi kehidupan masyarakat Riangkemie yang dinilai mencerminkan nilai moderasi beragama melalui sikap hidup rukun, terbuka terhadap keberagaman, dan tetap menjaga budaya lokal. Menurutnya, praktik kehidupan seperti itu menjadi tujuan pembangunan bidang agama yang terus didorong Kementerian Agama.
“Masyarakat Riangkemie telah menunjukkan bahwa agama dan budaya dapat berjalan bersama untuk menciptakan kehidupan yang damai, harmonis, dan saling menghormati,” ujar Yosef di hadapan umat dan tamu undangan.
Mengakhiri sambutannya, Yosef mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, tokoh agama, dan tokoh adat untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga kerukunan umat beragama serta melestarikan budaya lokal demi masa depan Flores Timur yang lebih baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....