Pemprov NTT Gelar Job Fair 2026, Hadirkan Lebih dari 10 Ribu Lowongan Kerja

  • 24 Mei 2026 09:27 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov. NTT resmi menggelar Job Fair 2026 yang dibuka langsung oleh Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena, Jumat, 22 Mei 2026. Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, asosiasi pengusaha, serikat pekerja, BPJS Ketenagakerjaan, BP3MI, pelaku UMKM, serta perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-NTT.

Job Fair 2026 menghadirkan 61 perusahaan dengan total 10.302 lowongan pekerjaan untuk penempatan di dalam daerah, luar daerah, hingga luar negeri. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 22–23 Mei 2026, terbuka bagi masyarakat umum sebagai upaya mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang produktif dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa Job Fair bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang strategis untuk memperluas akses kerja bagi masyarakat NTT. Ia menilai hubungan yang baik antara pengusaha dan pekerja akan mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan ekonomi bersama.

Karena itu, pemerintah hadir untuk memastikan hubungan industrial berjalan sehat sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat.

“Ini tentu menjadi hal baik dan kesempatan baik bagi para pelamar kerja di NTT sehingga saya putuskan kegiatan Job Fair seperti ini akan dilaksanakan setiap tiga bulan sekali dan berpindah-pindah lokasi di seluruh wilayah NTT,” kata Gubernur.

Gubernur juga mengapresiasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTT bersama seluruh pihak yang terlibat dalam menghadirkan ribuan lowongan kerja tersebut. Bahkan, ia memastikan kegiatan Job Fair akan dilaksanakan secara berkala setiap tiga bulan dan berpindah lokasi di seluruh wilayah NTT, mulai dari Flores, Sumba, Timor, hingga Alor dan Rote Ndao.

Langkah itu dilakukan agar akses informasi pekerjaan semakin dekat dengan masyarakat di berbagai daerah. Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT, Yosef Rasi, menjelaskan bahwa ribuan lowongan tersebut berasal dari perusahaan penyalur pekerja migran Indonesia, perusahaan penempatan pekerja antar daerah, serta perusahaan pengguna tenaga kerja di NTT.

Selain Job Fair, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan rapat kerja yang melibatkan 22 kabupaten/kota guna memperkuat koordinasi pembangunan ketenagakerjaan, sekaligus melibatkan pelaku UMKM lokal sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....