M-Project Ngada Tembus 12 Besar LIMTARA Nasional
- 22 Mei 2026 10:23 WIB
- Ende
Poin Utama
- M-Project sukses menembus jajaran 12 besar nasional dalam ajang Lomba Inovasi Musik Nusantara (LIMTARA), bersanding dengan sanggar dan komunitas seni terkemuka dari berbagai penjuru tanah air.
- Keberhasilan diraih berkat penerapan konsep musik neotradisi, yaitu formula aransemen yang memadukan instrumen etnik tradisional Ngada dengan sentuhan musik modern agar lebih adaptif dan relevan bagi generasi muda.
- Menjadi pencapaian tertinggi bagi M-Project sejak didirikan pada tahun 2017. Sebelumnya, komunitas ini juga aktif dalam proyek aransemen musik pengiring tari tradisional nasional secara daring semasa pandemi COVID-19.
RRI.CO.ID, Ngada – Komunitas musik tradisional modern M-Project asal Kabupaten Ngada berhasil menembus 12 besar nasional dalam ajang Lomba Inovasi Musik Nusantara (LIMTARA). Prestasi tersebut memperkuat posisi karya seni daerah sebagai bagian penting industri kreatif berbasis budaya lokal.
Keberhasilan itu diraih melalui aransemen musik yang memadukan instrumen tradisional dengan sentuhan modern. Konsep neotradisi yang diusung dinilai mampu menghadirkan identitas budaya Ngada dalam format pertunjukan yang lebih dekat dengan generasi muda.
Pendiri M-Project, Tobias Taobi, mengatakan kompetisi tersebut diikuti sanggar dan komunitas seni dari berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, capaian tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar komunitas sejak berdiri pada 2017.
“Kami bangga bisa membawa nama Ngada ke tingkat nasional melalui inovasi musik tradisional,” ujar Tobias dalam program Komunitas Bicara Pro 1 Radio Republik Indonesia Ende, Selasa, 31 Maret 2026.
Selain LIMTARA, M-Project sebelumnya juga terlibat dalam proyek aransemen musik pengiring tari tradisional berskala nasional secara daring saat pandemi COVID-19. Kolaborasi tersebut mempertemukan seniman dari berbagai provinsi untuk mengembangkan karya berbasis budaya Nusantara.
Keberhasilan M-Project menunjukkan bahwa seni tradisional memiliki peluang besar berkembang di tingkat nasional jika dikemas secara kreatif dan adaptif. Pendekatan musik modern dinilai menjadi strategi penting agar generasi muda tetap tertarik mengenal warisan budaya daerah.
Komunitas tersebut kini menyiapkan sejumlah program baru untuk memperluas promosi musik daerah di kalangan milenial. Tobias berharap pencapaian di LIMTARA dapat memotivasi komunitas seni lain di Flores agar terus berinovasi sekaligus menjaga keberlanjutan budaya lokal di tengah perkembangan industri hiburan modern.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....