Kurikulum Cinta dan Ekoteologi Jadi Fokus Pendidikan Katolik di Ende
- 21 Mei 2026 20:40 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende — Kementerian Agama Kabupaten Ende mulai mendorong penerapan Kurikulum Cinta dan Gerakan Ekoteologi sebagai bagian dari transformasi pendidikan Katolik di daerah. Program tersebut diarahkan untuk membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, karakter kuat, dan kesadaran menjaga lingkungan.
Penguatan program itu dibahas dalam kegiatan pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) pendidik Katolik yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende, Kamis 21 Mei 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Kementerian Agama RI dan diikuti kepala sekolah, guru, serta tenaga kependidikan Katolik se-Kabupaten Ende.
Kepala Kantor Kemenag Ende, Nikolaus Nama Payon, mengatakan perubahan dunia pendidikan saat ini menuntut sekolah tidak hanya mengejar capaian akademik. Menurutnya, lembaga pendidikan juga harus mampu membentuk karakter peserta didik agar memiliki nilai kemanusiaan, spiritualitas, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Ia menjelaskan Kurikulum Cinta menjadi pendekatan baru yang menempatkan kasih, penghormatan terhadap martabat manusia, serta kepedulian sosial sebagai dasar proses pembelajaran di sekolah. Pendekatan itu diharapkan dapat menjawab tantangan pendidikan modern yang semakin kompleks.
“Sekolah Katolik memiliki tanggung jawab melahirkan generasi yang beriman, berkarakter, dan mampu menjaga nilai kemanusiaan di tengah perkembangan zaman,” ujar Nikolaus dalam kegiatan tersebut.
Selain penguatan karakter, Kemenag juga mendorong penerapan Gerakan Ekoteologi di lingkungan sekolah. Melalui gerakan ini, guru dan tenaga kependidikan diajak menjadi teladan dalam menjaga lingkungan hidup sekaligus menanamkan budaya cinta alam kepada peserta didik sejak usia dini.
Dalam kegiatan pembinaan tersebut, peserta mendapatkan materi tentang moderasi beragama, pengembangan karakter siswa, hingga strategi pembelajaran berbasis nilai kemanusiaan. Diskusi interaktif juga dilakukan untuk memperkuat peran guru sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Kementerian Agama RI menilai pendidikan Katolik memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi muda yang unggul dan berintegritas. Karena itu, peningkatan kapasitas ASN pendidik dinilai penting agar sekolah mampu menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai moral dan spiritual.
Kegiatan itu juga menjadi ruang refleksi bagi para tenaga pendidik untuk memperkuat kolaborasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih humanis dan ramah lingkungan. Para peserta diajak membangun budaya sekolah yang tidak hanya berfokus pada prestasi, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik.
Melalui penguatan Kurikulum Cinta dan Gerakan Ekoteologi, Kemenag Ende berharap sekolah-sekolah Katolik di daerah dapat menjadi ruang pembelajaran yang melahirkan generasi muda peduli sesama, toleran, serta memiliki tanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....