Ekonomi Lembata Tumbuh, Sektor Nelayan Tani Ternak Jadi Fokus
- 18 Agt 2026 15:38 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Lembata – Pemerintah Kabupaten Lembata menempatkan sektor nelayan, pertanian, dan peternakan sebagai kekuatan utama ekonomi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq saat upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Upacara Kantor Bupati Lembata, Senin 17 Agustus 2026.
Bupati menyebut sejumlah indikator ekonomi Lembata mengalami perkembangan sepanjang 2025. Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB per kapita meningkat dari Rp15,73 juta pada 2024 menjadi Rp16,95 juta pada 2025.
Pengeluaran per kapita masyarakat juga meningkat menjadi Rp928.218 per bulan. Sementara tingkat pengangguran terbuka turun dari 2,18 persen menjadi 1,37 persen dan investasi daerah meningkat dari Rp35,62 miliar menjadi Rp37,49 miliar.
Menurut Bupati, capaian tersebut perlu diikuti dengan penguatan ekonomi masyarakat di tingkat desa. Pemerintah akan memperluas akses pasar, meningkatkan produktivitas, serta mengembangkan potensi lokal agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Pemerintah juga telah memberikan dukungan melalui bantuan benih tanaman pangan serta pengembangan komoditas jambu mete, kakao, dan kopi. Di sektor perikanan, pemerintah memberikan bantuan sarana dan prasarana bagi kelompok nelayan serta mendapat alokasi enam lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.
“Sektor nelayan, pertanian, dan peternakan menjadi fondasi utama pembangunan ekonomi Kabupaten Lembata,” kata Bupati Kanis.
Di bidang infrastruktur, pembangunan Jalan Jalur Tengah segmen Waikomo-Wulandoni sepanjang 27,5 kilometer terus dilanjutkan. Sebanyak 21 kilometer telah dikerjakan dan 6,5 kilometer ditargetkan selesai pada 2026, bersamaan dengan pembenahan Pelabuhan Waijarang dan penjajakan layanan ferry jarak jauh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....