Jalan Ruteng–Reo Kedindi, KM 210 dan Jembatan Wae Pesi Jadi Fokus Preservasi PPK 3.3
- 19 Mei 2026 20:24 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai – Ruas jalan nasional Ruteng-Reo Kedindi dan jalur batas Kota Ruteng menuju KM 210 menjadi fokus preservasi BPJN Wilayah NTT melalui PPK 3.3 Ruteng. Tak hanya jalan, Jembatan Wae Pesi di Kecamatan Reok juga masuk dalam agenda penanganan tersebut.
PPK 3.3 Ruteng, Nur Indah Indriyani, menjelaskan kepada RRI bahwa paket pekerjaan ini dilaksanakan oleh PT Flores Konstruksindo Utama. Menggunakan dana APBN tahun anggaran 2026, nilai kontrak proyek ini mencapai Rp33 miliar
Sejak dimulai pada 20 April, realisasi progres proyek telah menyentuh angka 40 persen hingga Mei 2026. Paket pekerjaan ini ditargetkan rampung total pada 31 Desember 2026. Pengerjaan preservasi jalan tersebut difokuskan untuk menjaga kondisi ruas jalan nasional agar tetap optimal, sekaligus meningkatkan standar kenyamanan dan keselamatan bagi pengguna jalan di wilayah Manggarai dan Manggarai Timur.
"Intinya pokoknya kita membuat nyaman jalan, bisa dilalui dengan aman, nyaman, dan selamat, bisa fungsional, aman begitu," ujar Nur Indah Senin, 18 Mei 2026.
Sejumlah item pekerjaan kini tengah dikerjakan, meliputi pengaspalan pada beberapa segmen jalan, rehabilitasi minor, penambalan lubang atau patching, perbaikan drainase, hingga perbaikan pasangan batu. Selain itu, pembangunan saluran mortar juga dilakukan pada titik-titik yang belum memiliki sistem pembuangan air yang memadai.
Penanganan longsor menjadi salah satu fokus utama dalam paket preservasi tersebut mengingat kondisi geografis jalur yang rawan bencana. Pada ruas KM 210, penanganan dilakukan dengan pembangunan konstruksi bore pile di dua titik untuk memperkuat badan jalan di kawasan hutan. Sementara di ruas Ruteng–Reo–Kedindi, penanganan dilakukan melalui pembangunan dinding penahan tanah beton dan saluran drainase.
Selain pekerjaan jalan, preservasi juga dilakukan pada sejumlah jembatan nasional. Salah satu jembatan yang masuk dalam penanganan yakni Jembatan Wae Pesi di Kecamatan Reok. Menyikapi curah hujan tinggi yang masih terjadi di wilayah Manggarai, pihak PPK 3.3 Ruteng juga melakukan langkah antisipasi dengan memasang rambu-rambu peringatan di sejumlah titik rawan longsor serta mempercepat penutupan jalan berlubang guna mencegah kecelakaan lalu lintas.
"Kita sudah memberi beberapa titik-titik untuk rambu peringatan, peringatan rawan longsor karena ini kita tahu curah hujan yang kita tahu setiap harinya tinggi sekali," katanya.
Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama ketika melintasi jalur rawan longsor.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....