Semangat Belarasa Jadi Pesan Utama Perayaan Caritas di Labuan Bajo

  • 19 Mei 2026 15:47 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Semangat belarasa, solidaritas, dan pelayanan kepada sesama menjadi pesan utama dalam perayaan 75 tahun Caritas Internationalis dan 20 tahun Caritas Indonesia di Katedral Roh Kudus Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin 18 Mei 2026.

Perayaan syukur tersebut dipimpin Presiden Caritas Internationalis, Kardinal Tarcisio Isao Kikuchi, didampingi Ketua Konferensi Waligereja Indonesia, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, bersama sejumlah uskup dari berbagai negara dan Indonesia.

Kegiatan tersebut dihadiri ribuan umat, delegasi Caritas dari berbagai negara, anggota Representative Council (RepCo), serta perwakilan Caritas Asia.

Dalam homilinya, Kardinal Kikuchi mengatakan semangat Caritas lahir dari kasih yang diwujudkan melalui pelayanan nyata kepada masyarakat yang miskin, rentan, dan tersisih.

“Misi kita adalah mewujudkan dunia yang adil, di mana semua orang mengalami kasih, belas kasihan, dan kehidupan yang penuh,” ujar Kardinal Kikuchi.

Ia menegaskan, karya kemanusiaan Caritas bukan hanya tentang bantuan sosial, tetapi juga tentang mendengarkan, mendampingi, dan menjaga martabat manusia.

“Melalui pekerjaan ini, kita bertemu dengan orang-orang, membangun hubungan antar-manusia, dan menciptakan harapan berdasarkan kasih Tuhan,” katanya.

Kardinal Kikuchi juga mengingatkan bahwa pelayanan kemanusiaan harus dilakukan secara profesional namun tetap mengedepankan nilai kemanusiaan.

“Pelayanan kita harus kompeten, terorganisir, efektif, dan sangat manusiawi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, mengatakan perayaan tersebut menjadi momentum memperkuat semangat solidaritas dan pelayanan Gereja kepada masyarakat kecil.

“Ungkapan syukur ini kami harapkan menjadi semangat yang mengobarkan dan menggerakkan karya yang lebih baik lagi sebagai wujud nyata mencintai sesama,” ujarnya.

Ia juga mengutip pesan Paus Fransiskus tentang pentingnya melayani kaum miskin.

“Melayani orang miskin adalah anugerah istimewa karena tidak semua memiliki kesempatan untuk menjalankan pelayanan ini,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Uskup Keuskupan Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepada Keuskupan Labuan Bajo sebagai tuan rumah kegiatan internasional tersebut.

“Sebagai Keuskupan baru, ini adalah kepercayaan dan dukungan bagi kami,” ujarnya.

Ia berharap perayaan tersebut membawa manfaat jangka panjang dalam memperkuat kolaborasi pelayanan kemanusiaan.

“Kami berharap semoga pertemuan ini membawa manfaat jangka panjang terutama dalam kolaborasi berkelanjutan,” katanya.

Selain itu, Direktur Caritas Indonesia, Romo Fredy Rante Taruk, turut mengapresiasi Keuskupan Labuan Bajo yang menjadi tuan rumah perayaan tersebut.

“Kami memberikan apresiasi kepada Keuskupan Labuan Bajo yang bersedia menjadi tuan rumah perayaan Yubileum 75 tahun Caritas Internationalis dan 20 tahun Caritas Indonesia,” ujarnya.

Perayaan syukur tersebut menjadi simbol penguatan jejaring kasih dan solidaritas global Gereja dalam mendampingi masyarakat yang membutuhkan di berbagai belahan dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....