PVMBG Larang Warga Beraktivitas Radius 5 Km dari Gunung Lewotobi

  • 19 Mei 2026 09:49 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Flores Timur — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur. Imbauan itu disampaikan seiring status aktivitas gunung yang masih berada pada Level III atau Siaga.

Dalam rekomendasi terbaru hingga 15 Mei 2026, PVMBG meminta masyarakat dan wisatawan tetap mematuhi zona bahaya demi menghindari risiko erupsi maupun lontaran material vulkanik. Warga juga diminta tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya.

Selain ancaman erupsi, masyarakat di sekitar lereng gunung juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan. Risiko tersebut dapat terjadi apabila hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan puncak Gunung Lewotobi Laki-laki.

PVMBG menyebut sejumlah wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir lahar hujan, antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Klatanlo, Hokengjaya, Boru, Nawakote, dan Nurabelen. Daerah tersebut berada di aliran sungai yang berhulu di kawasan gunung api.

Warga yang terdampak hujan abu vulkanik juga diminta menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut. Abu vulkanik dinilai berbahaya bagi sistem pernapasan dan dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Tidak hanya itu, sebaran abu vulkanik juga berpotensi mengganggu operasional bandara dan jalur penerbangan jika mengarah ke area lintasan pesawat. Karena itu, perkembangan aktivitas gunung terus dipantau secara intensif oleh PVMBG.

Pemerintah daerah diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, maupun dengan PVMBG di Bandung. Koordinasi dilakukan untuk memastikan informasi aktivitas gunung dapat diterima masyarakat secara cepat dan akurat.

PVMBG bersama BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan pemerintah daerah juga terus memperbarui informasi aktivitas vulkanik melalui aplikasi Magma Indonesia serta media sosial Badan Geologi. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat dapat memantau perkembangan kondisi Gunung Lewotobi Laki-laki secara berkala.

PVMBG menegaskan tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki akan terus dievaluasi sesuai perkembangan terbaru di lapangan. Status dan rekomendasi saat ini tetap berlaku hingga diterbitkannya laporan evaluasi berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....