Jalur Tracking Longsor, Seluruh Wisatawan di Wae Rebo Berhasil Dievakuasi

  • 15 Mei 2026 21:04 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai — Cuaca ekstrem yang mengguyur wilayah Kabupaten Manggarai selama sepekan terakhir memicu tanah longsor di jalur tracking menuju Kampung Adat Wae Rebo. Merespons situasi darurat tersebut, tim gabungan bergerak cepat dan berhasil mengevakuasi seluruh wisatawan yang sempat tertahan di kawasan wisata mendunia itu dalam kondisi aman.

Demi mengutamakan keselamatan pengunjung dan warga lokal, manajemen Wae Rebo langsung mengambil tindakan tegas dengan menutup sementara seluruh aktivitas kunjungan. Langkah antisipatif ini diambil mengingat medan menuju lokasi sama sekali tidak dapat dilalui akibat material longsoran.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, Aloisous Jebarut, membenarkan bahwa proses evakuasi telah rampung sepenuhnya. Saat ini, tidak ada lagi wisatawan yang terjebak di lokasi.

“Semua wisatawan yang berada di Wae Rebo sudah dievakuasi dengan aman. Untuk sementara waktu, aktivitas wisata menuju Wae Rebo ditutup sampai kondisi jalur tracking benar-benar aman untuk dilalui,” ujar Aloysius, Jumat 15 Mei 2026.

Senada dengan hal itu, Camat Satarmese Barat, Yosef Soni, saat dikonfirmasi pada Jumat malam memastikan bahwa jalannya evakuasi di lapangan berlangsung tanpa kendala.

Selain fokus pada Wae Rebo, Yosef menyebutkan bahwa pihak pemerintah kecamatan bersama instansi terkait tengah bersiaga penuh memantau sejumlah titik rawan lainnya di wilayah tersebut akibat cuaca buruk.

“Karena ada beberapa titik bencana juga yang harus saya kunjungi, terutama kali-kali yang airnya banjir,” ujar Yosef.

Hingga berita ini diturunkan, warga setempat bersama petugas terkait bergotong royong melakukan pembersihan material longsor secara swadaya agar akses menuju kampung di atas awan tersebut bisa segera pulih.

Mengingat intensitas hujan di Manggarai yang masih sangat tinggi, Pemerintah Kabupaten Manggarai mengimbau dengan sangat agar para pelaku perjalanan dan wisatawan menunda rencana kunjungan mereka ke Wae Rebo hingga ada pengumuman resmi terkait pembukaan kembali jalur tracking.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....