Sekawan Bumi Foundation Perkuat Peran Anak Muda lewat Green Ranger Academy
- 15 Mei 2026 16:21 WIB
- Ende
Poin Utama
- Sekawan Bumi Foundation kembali menggelar kegiatan edukasi lingkungan bertajuk Green Ranger Academy di kantor UPT Perbenihan Tanaman Hutan (UPT PTH) Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur
- Co-Founder Sekawan Bumi Foundation, Ahadin Syarifudin Fahmi Adimara, turut menegaskan pentingnya aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam setiap kegiatan lingkungan.
- Ke depan, Sekawan Bumi Foundation juga akan menginisiasi program rehabilitasi dan penanaman mangrove di kawasan pesisir Kabupaten Sidoarjo sebagai upaya menjaga ekosistem pesisir, mengurangi abrasi
RRI.CO.ID,Sidoarjo – Sekawan Bumi Foundation kembali menggelar kegiatan edukasi lingkungan bertajuk Green Ranger Academy di kantor UPT Perbenihan Tanaman Hutan (UPT PTH) Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Minggu 10 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi wadah diskusi dan pelatihan lingkungan yang diikuti sekitar 50 volunteer dan pegiat lingkungan dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Kegiatan Green Ranger Academy kali ini difokuskan pada sesi Focus Group Discussion (FGD) guna meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan kepedulian generasi muda terhadap isu pelestarian alam, rehabilitasi hutan, konservasi sumber mata air, hingga pengembangan gerakan penghijauan berkelanjutan. Peserta yang hadir didominasi anak muda usia produktif dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, pekerja swasta, pelaku usaha, komunitas sosial, hingga pegiat outdoor yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Kepala UPT PTH Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Didik Triswantara, menyampaikan apresiasi kepada Sekawan Bumi Foundation atas konsistensinya menjalankan program Gerakan 5000 Pohon Gunung Penanggungan. Menurutnya, program tersebut memberikan dampak nyata bagi pelestarian kawasan hutan dan sumber mata air di lereng Gunung Penanggungan.
“Kami sangat mengapresiasi gerakan yang dilakukan Sekawan Bumi Foundation. Ini membuktikan bahwa anak muda hari ini masih memiliki kepedulian besar terhadap alam dan lingkungan,” ujar Didik dalam keterangannya.
Ia menambahkan, Green Ranger Academy menghadirkan suasana berbeda karena diikuti anak-anak muda dari berbagai kalangan yang datang atas kesadaran sendiri untuk belajar mengenai pelestarian lingkungan. Didik juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna melahirkan lebih banyak generasi muda yang aktif menjaga hutan, sumber mata air, dan ekosistem lingkungan lainnya.
Sementara itu, Founder Sekawan Bumi Foundation, Mohammad Gofar R. Wibisana dalam siaran rilis yang diterima RRI Ende,Kamis 14 Mei 2026, mengatakan bahwa menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan secara sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. “Kami percaya bahwa menjaga alam tidak bisa dilakukan sendirian.
Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, akademisi, perusahaan, dan masyarakat umum,” kata Gofar. Ia menjelaskan, Green Ranger Academy menjadi langkah awal membentuk lebih banyak “Green Ranger” atau penjaga alam masa depan yang siap terjun langsung dalam aksi nyata pelestarian lingkungan.
Selain fokus pada rehabilitasi kawasan hutan dan konservasi sumber mata air di lereng Gunung Penanggungan, Sekawan Bumi Foundation juga mulai memperluas gerakan menuju pelestarian kawasan pesisir dan penanaman mangrove di Jawa Timur. Pada sesi berikutnya, Ardianto Bagus UP dari UPT PTH Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur menyatakan kesiapan pihaknya mendukung kebutuhan bibit mangrove untuk program pelestarian kawasan pesisir yang akan dijalankan Sekawan Bumi Foundation.
Menurutnya, gerakan pelestarian lingkungan saat ini perlu diperluas tidak hanya di kawasan pegunungan, tetapi juga wilayah pesisir yang memiliki peran penting menjaga keseimbangan ekosistem dan mencegah abrasi. “Kedepannya kami siap mendukung kebutuhan bibit mangrove untuk program-program pelestarian pesisir yang dijalankan Sekawan Bumi Foundation,” ujarnya.
Selain sesi diskusi, peserta Green Ranger Academy juga mendapatkan wawasan tentang pembibitan tanaman konservasi, pengelolaan nursery, rehabilitasi hutan, hingga pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem sebagai investasi jangka panjang bagi keberlangsungan sumber air dan kehidupan masyarakat.
Co-Founder Sekawan Bumi Foundation, Ahadin Syarifudin Fahmi Adimara, turut menegaskan pentingnya aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam setiap kegiatan lingkungan. “Kami ingin membangun gerakan lingkungan yang berkelanjutan, bukan hanya dari sisi ekologi tetapi juga dari sisi keselamatan volunteer,” kata Fahmi.
Ia menambahkan, edukasi mitigasi risiko dan penggunaan perlengkapan lapangan menjadi hal penting karena sebagian besar volunteer berasal dari latar belakang yang berbeda dan belum terbiasa dengan aktivitas lapangan di kawasan hutan maupun pesisir. Melalui kegiatan ini, Sekawan Bumi Foundation berharap lahir lebih banyak relawan muda yang tidak hanya peduli terhadap lingkungan di media sosial, tetapi juga siap terlibat langsung dalam aksi nyata pelestarian alam.
Ke depan, Sekawan Bumi Foundation juga akan menginisiasi program rehabilitasi dan penanaman mangrove di kawasan pesisir Kabupaten Sidoarjo sebagai upaya menjaga ekosistem pesisir, mengurangi abrasi, serta meningkatkan kualitas lingkungan dan habitat biota laut. Program tersebut akan melibatkan berbagai pihak mulai dari volunteer muda, komunitas lokal, sekolah, kampus, pemerintah, hingga perusahaan melalui program CSR dan kolaborasi lingkungan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....