PKK Ende Perkuat Peran Kader Cegah Kekerasan Seksual Anak
- 06 Agt 2026 16:20 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ende, Ny. Cicih Badeoda, membuka Focus Group Discussion penguatan kapasitas kader PKK di Aula Kantor Camat Ende Utara, Selasa 4 Agustus 2026. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat peran kader sebagai agen perubahan dalam pencegahan kekerasan seksual terhadap anak berbasis sensitivitas budaya.
Forum diskusi merupakan inisiasi pengabdian masyarakat dari Universitas Indonesia yang melibatkan kader PKK se-Kecamatan Ende Utara sebagai peserta utama. Kegiatan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai 4 hingga 5 Agustus 2026, dengan menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi.
Dalam sambutannya, Ny. Cicih Badeoda mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas kader PKK dalam perlindungan anak. Para peserta dibekali pengetahuan, keterampilan, serta pendekatan budaya lokal guna mendeteksi dan mencegah kekerasan seksual terhadap anak.
Menurutnya, penguatan kapasitas kader menjadi bagian penting dalam membangun sistem perlindungan anak yang dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat. Pendekatan berbasis budaya dinilai mampu memperkuat efektivitas edukasi tanpa mengabaikan nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat.
Ny. Cicih menjelaskan kegiatan tersebut juga mendukung penyusunan modul pencegahan kekerasan terhadap anak yang digagas Universitas Indonesia melalui program pengabdian masyarakat. Inisiatif tersebut dinilai sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Ende dalam mewujudkan daerah yang ramah dan aman bagi anak.
Ia menegaskan pencegahan kekerasan terhadap anak, khususnya kekerasan seksual, merupakan salah satu syarat penting mewujudkan Kabupaten Layak Anak di Ende. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan memiliki kepedulian serta keberanian untuk melindungi hak-hak anak sejak dini.
Sebagai ujung tombak pemberdayaan keluarga, kader PKK didorong mampu menjadi agen perubahan melalui edukasi yang santun dan sesuai budaya lokal. Peran tersebut dinilai penting untuk membangun kesadaran masyarakat dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan terhadap anak.
Ny. Cicih mengakui kasus kekerasan terhadap anak masih menjadi tantangan yang memerlukan perhatian bersama dari pemerintah, masyarakat, dan keluarga. Melalui forum diskusi tersebut, diharapkan lahir langkah nyata yang mampu memperkuat perlindungan anak di Kabupaten Ende.
Ia berharap pendekatan berbasis kearifan lokal dapat memudahkan penyampaian pesan pencegahan sehingga lebih mudah diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. Cara tersebut juga diyakini mampu mengurangi stigma ketika membahas isu perlindungan anak di lingkungan keluarga maupun komunitas.
FGD menghadirkan narasumber dari Universitas Indonesia, Dr. Annisah, M.Kessos, yang memberikan materi mengenai pencegahan kekerasan seksual berbasis sensitivitas budaya. Materi tersebut menjadi bekal bagi kader PKK untuk menjalankan peran edukatif di wilayah masing-masing secara berkelanjutan.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri Pelaksana Tugas Kepala DPMPTSP Kabupaten Ende Pieter Tonael, Camat Ende Utara Ichsan Hatta, serta para lurah se-Kecamatan Ende Utara. Kehadiran berbagai unsur pemerintah diharapkan memperkuat kolaborasi dalam membangun lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak-anak Ende.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....