Uniflor dan SBD Siap Perkuat Kolaborasi Pendidikan

  • 15 Mei 2026 09:52 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Penandatanganan MoU antara Universitas Flores dan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya pada 14 Mei 2026 di Ende
  • Rektor Dr. Willybrordus Lanamana menegaskan MoU harus ditindaklanjuti dengan program nyata
  • Implementasi kerja sama mencakup KKN, PPL, magang, penelitian, dan pengabdian masyarakat
  • Uniflor memiliki 20 program studi dengan mayoritas terakreditasi baik sekali
  • Bupati Ratu Wulla menyoroti tantangan pendidikan di SBD (IPM rendah, angka putus sekolah tinggi)

RRI.CO.ID, Ende — Universitas Flores (Uniflor) Ende resmi menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah strategis memperkuat pembangunan sumber daya manusia di wilayah tersebut. Rektor Universitas Flores, Dr. Willybrordus Lanamana, dalam sambutannya menegaskan bahwa kerja sama ini tidak boleh berhenti pada dokumen formal semata, melainkan harus diwujudkan dalam program nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“MoU ini penting, tetapi yang lebih penting adalah tindak lanjutnya. Harus diturunkan dalam bentuk perjanjian kerja sama dan implementasi Tridharma Perguruan Tinggi,” ujarnya, Kamis, 14 Mei 2026 setelah penandatangan MoU di Ruang Rektorat Uniflor Ende.

Ia menjelaskan bahwa implementasi tersebut mencakup kegiatan kuliah kerja nyata (KKN), praktik pengalaman lapangan (PPL), magang mahasiswa, hingga program penelitian dan pengabdian masyarakat yang dapat menyasar langsung kebutuhan masyarakat Sumba Barat Daya. Universitas Flores sendiri merupakan salah satu perguruan tinggi tertua di Nusa Tenggara Timur yang berdiri sejak 1980 dan kini memiliki 20 program studi dengan jumlah mahasiswa mendekati 6.000 orang dan sebagian besar program studi telah terakreditasi baik sekali.

Sementara itu, Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Wulla, menyambut baik kerja sama tersebut sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan daerah, khususnya di sektor pendidikan. Menurutnya, Kabupaten Sumba Barat Daya masih menghadapi berbagai tantangan seperti tingginya angka kemiskinan, rendahnya indeks pembangunan manusia (IPM), serta angka putus sekolah yang masih tinggi.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi sangat penting untuk menjawab berbagai persoalan yang ada,” ucapnya.

Ratu Wulla juga menegaskan bahwa kerja sama ini sejalan dengan visi pembangunan daerah dalam menciptakan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. Ia berharap kerja sama ini dapat menghasilkan program-program konkret yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan dan membuka akses lebih luas bagi masyarakat SBD untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....