Bupati Flotim Tinjau Rekonstruksi Jalan Rusak Baniona-Kawela

  • 15 Mei 2026 09:07 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Flores Timur - Perjalanan menuju Desa Kawela, Kecamatan Wotan Ulumado, Adonara, kembali memperlihatkan buruknya kondisi infrastruktur jalan masyarakat setempat. Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen, merasakan langsung medan berat saat meninjau lokasi, Rabu 13 Mei 2026.

Mobil rombongan pemerintah daerah harus melewati ruas jalan berlubang dan berbatu dengan kondisi kerusakan cukup memprihatinkan sepanjang perjalanan. Jalur tersebut juga tampak mengalami erosi akibat hujan deras serta minimnya saluran drainase di sepanjang badan jalan.

Kendaraan yang ditumpangi Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen, sempat kesulitan melewati tanjakan terakhir menuju permukiman warga di Desa Kawela yang terpencil. Setelah mesin kendaraan beberapa kali kehilangan tenaga, rombongan akhirnya melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sejauh sekitar satu kilometer.

Bupati Anton Doni Dihen berjalan melewati tanjakan berbatu didampingi Kepala Dinas PUPR Flores Timur, Yohanes Brechmans Tukan. Keduanya kemudian tiba di balai desa untuk bertemu tokoh adat dan masyarakat yang telah menunggu sejak siang hari.

Dalam pertemuan tersebut, bupati meminta dukungan seluruh masyarakat agar pelaksanaan rekonstruksi jalan Baniona menuju Kawela berjalan lancar sepenuhnya. Pemerintah daerah berharap pembangunan ruas jalan tersebut segera meningkatkan akses transportasi masyarakat serta mendorong aktivitas ekonomi warga desa.

Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen, menegaskan pemerintah daerah menargetkan rekonstruksi jalan tersebut selesai pada Oktober 2026. Pekerjaan pembangunan ditargetkan rampung sepenuhnya pada waktu tersebut.

"Saya mengapresiasi dukungan masyarakat serta penerimaan adat yang diberikan warga sebelum pelaksanaan pekerjaan konstruksi dimulai resmi." katanya menegaskan.

Rekonstruksi ruas jalan Baniona-Kawela-Watodei akan menelan anggaran lebih dari Rp2 miliar dari APBD Flores Timur tahun 2026. Panjang ruas jalan yang direkonstruksi mencapai sekitar 900 meter dan menjadi prioritas pembangunan infrastruktur daerah tahun ini.

Sementara itu, Kepala Desa Kawela, Stanislaus Lili, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap kondisi infrastruktur jalan yang selama bertahun-tahun rusak berat. Menurutnya, ruas Baniona-Kawela menjadi jalur utama masyarakat untuk mengakses pelayanan pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan ekonomi harian.

"Banyak warga mengalami kecelakaan akibat kondisi jalan menanjak, berbatu, dan licin ketika musim hujan tiba setiap tahun. Karena itu, masyarakat menyambut baik dimulainya pekerjaan rekonstruksi jalan yang dinilai sangat penting bagi kehidupan warga setempat." ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Flores Timur juga mencatat terdapat dua belas paket rekonstruksi jalan yang dikerjakan sepanjang tahun anggaran 2026 berjalan. Total anggaran seluruh pekerjaan tersebut mencapai Rp20 miliar lebih untuk memperbaiki sejumlah ruas jalan rusak berat daerah.

Kepala Dinas PUPR Flores Timur, Yohanes Brechmans Tukan, mengungkapkan kondisi kerusakan jalan daerah masih cukup memprihatinkan hingga sekarang. Pemerintah daerah mencatat sekitar 318 kilometer ruas jalan di Flores Timur masih berada dalam kategori rusak berat.

Menurut Yohanes Brechmans Tukan, kebutuhan anggaran untuk memperbaiki seluruh ruas jalan rusak berat mencapai lebih dari Rp1,1 triliun. Kondisi kerusakan jalan saat ini tersebar di sejumlah wilayah.

"Karena keterbatasan anggaran, pemerintah memprioritaskan penanganan ruas jalan yang paling mendesak dan membahayakan keselamatan masyarakat setempat." ucapnya.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....