Sikka Gandeng Investor Revitalisasi Monumen Tsunami Maumere
- 13 Mei 2026 13:14 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Pemerintah Kabupaten Sikka kembali menggandeng PT FTF Globalindo untuk berinvestasi dalam pengelolaan Taman Kota Monumen Tsunami Maumere. Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama yang berlangsung di Ruang Rapat Iligai Kantor Bupati Sikka, Selasa 12 Mei 2026.
Langkah tersebut menjadi kelanjutan kolaborasi Pemkab Sikka bersama PT FTF Globalindo setelah sebelumnya dinilai berhasil menerapkan sistem retribusi parkir berbasis digital di Kota Maumere. Pemerintah daerah kini membidik pengembangan kawasan taman kota sebagai ruang publik sekaligus sumber peningkatan pendapatan asli daerah.
Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, menyampaikan apresiasi kepada manajemen PT FTF Globalindo atas keberhasilan pengelolaan e-retribusi parkir. Ia menilai rencana revitalisasi Taman Kota Monumen Tsunami Maumere sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam memperkuat sektor ekonomi dan penataan kota.
Menurut Bupati, konsep pengembangan yang ditawarkan investor telah dikaji secara menyeluruh, termasuk manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah terkait segera menuntaskan aspek administrasi dan regulasi agar pelaksanaan kerja sama tidak terkendala di kemudian hari.
Dalam presentasinya, Manajer PT FTF Globalindo, Bangun Jocelyn Tobing, menjelaskan kawasan taman kota akan ditata ulang dengan konsep lebih modern dan fungsional. Revitalisasi itu mencakup pembangunan area UMKM, tempat bermain anak, mini restoran, minimarket, hingga panggung hiburan terbuka.
Jocelyn mengatakan Monumen Tsunami Maumere memiliki nilai historis yang kuat karena dibangun untuk mengenang bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Sikka pada 12 Desember 1992. Karena itu, pengembangan kawasan tetap mempertahankan fungsi memorial sekaligus memperkuat unsur edukasi mitigasi bencana bagi generasi muda.
Ia mengungkapkan kondisi taman kota saat ini menghadapi sejumlah persoalan, mulai dari fasilitas yang terbatas hingga minimnya perawatan dan pencahayaan. Kondisi tersebut dinilai membuat ruang publik itu belum mampu menjadi pusat aktivitas masyarakat secara optimal.
Melalui revitalisasi, PT FTF Globalindo menargetkan kawasan monumen berubah dari sekadar ruang pasif menjadi pusat edukasi, wisata, dan ekonomi masyarakat. Kehadiran pusat kuliner, tenant UMKM, hingga ruang hiburan diyakini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan serta menggerakkan ekonomi lokal.
Selain itu, investor juga memproyeksikan sejumlah sumber pendapatan dari pengelolaan kawasan, seperti retribusi parkir, sewa tenant, advertising, bazar, hingga penyelenggaraan event. Kerja sama yang ditawarkan menggunakan skema Build, Operate and Transfer (BOT) dengan jangka waktu pengelolaan selama 25 tahun.
Revitalisasi taman kota akan dilakukan dalam dua tahap pembangunan. Tahap pertama difokuskan pada perbaikan fisik monumen dan fasilitas dasar, sedangkan tahap kedua mencakup pembangunan foodcourt, area olahraga, pusat merchandise, panggung hiburan, serta kawasan UMKM terpadu di pusat Kota Maumere.
Kegiatan penandatanganan kerja sama itu turut dihadiri para asisten daerah dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah Kabupaten Sikka. Hadir pula Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Sikka Yoseph Benyamin, Kepala Bagian Hukum Setda Sikka, serta Kepala Bagian Pemerintahan Setda Sikka Marianus Anisentus Botha.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....