Kupang Jadi Lokasi Diseminasi Ekosistem Kewirausahaan Iklim Indonesia Timur
- 13 Mei 2026 12:18 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendukung penguatan kewirausahaan iklim sebagai bagian dari upaya mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan di kawasan Indonesia Timur. Komitmen tersebut terlihat dalam kegiatan Diseminasi Hasil Pemetaan Ekosistem Kewirausahaan Iklim di Indonesia Timur yang berlangsung di Hotel Aston Kupang, Selasa, 12 Mei 2026.
Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas kondisi, tantangan, serta peluang pengembangan kewirausahaan iklim di wilayah timur Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi kerja sama antara New Energy Nexus Indonesia dan Kemitraan Iklim dan Infrastruktur Australia–Indonesia (KINETIK).
Program ini sebelumnya telah melaksanakan Climate Innovation Workshop dan Baseline Interview bersama pemerintah daerah, lembaga keuangan, perguruan tinggi, pelaku usaha, serta komunitas inovasi di Ambon, Kupang, dan Makassar. Hasil kajian yang dipaparkan dalam forum ini memuat diagnosis kondisi ekosistem kewirausahaan iklim, kesenjangan utama, hingga peluang strategis untuk pengembangan ekonomi hijau berbasis inovasi daerah.
Dalam sambutannya, Jusuf Lery Rupidara menyampaikan apresiasi atas kolaborasi Australia dan Indonesia yang dinilai mampu membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui penguatan kewirausahaan iklim di tingkat lokal. Menurutnya, kegiatan diseminasi ini menjadi ruang dialog strategis yang dapat membantu pemerintah dan masyarakat memahami tantangan perubahan iklim sekaligus menyusun kebijakan publik yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Ia berharap sinergi lintas sektor yang terbangun melalui forum tersebut dapat melibatkan lebih banyak inovator daerah, UMKM, dan pelaku usaha muda sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi hijau di NTT. Pemerintah Provinsi NTT juga menilai penguatan kewirausahaan iklim penting untuk mendukung visi pembangunan daerah yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan.
"Kegiatan diseminasi ini dapat kita jadikan sebagai bahan informasi bagi kita untuk memahami kejadian ini, dan kemudian juga menjadi bahan kebijakan publik yang terkait dengan pengelolaan iklim yang dikaitkan dengan kewirausahaan," katanya.
Sementara itu, Jonathan Gilbert menegaskan komitmen Australia dalam memperkuat kerja sama dengan Indonesia di bidang ketahanan energi, solusi iklim, dan pembangunan inklusif, khususnya di kawasan Indonesia Timur. Ia menilai keberhasilan transisi energi tidak hanya diukur dari pengurangan emisi atau peningkatan produksi energi bersih, tetapi juga dari terciptanya lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta peningkatan kualitas hidup secara luas.
"Kita menjaga komitmen Australia dan Indonesia untuk memperkuat kerja sama di bidang ketahanan energi, solusi iklim, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, dan pembangunan inklusif, khususnya di Indonesia timur,”ujarnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir kolaborasi konkret antar pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat untuk mempercepat pengembangan ekonomi hijau yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia Timur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....