Peta Rawan Gunung Lewotobi Diperbarui, Radius 5 Km Dikosongkan

  • 12 Mei 2026 16:41 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Flores Timur – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memperbarui peta kawasan rawan bencana Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur pada Selasa 12 Mei 2026, menyusul kenaikan status aktivitas gunung api tersebut menjadi Level III atau Siaga. Dalam rekomendasi terbaru, masyarakat diminta tidak memasuki radius lima kilometer dari pusat erupsi.

PVMBG menjelaskan kawasan rawan bencana dibagi menjadi tiga zona berdasarkan tingkat potensi dampak erupsi. Pembagian itu dilakukan untuk memudahkan masyarakat dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kewaspadaan sesuai tingkat risiko di masing-masing wilayah.

Kawasan Rawan Bencana (KRB) III ditetapkan pada radius empat kilometer dari puncak Gunung Lewotobi Laki-laki. Area ini berpotensi terdampak letusan terarah yang disertai lontaran batu pijar secara lateral, terutama pada sektor barat laut hingga timur laut.

Selain lontaran material pijar, kawasan KRB III juga berpotensi terkena awan panas, luruhan material vulkanik, hingga aliran lava. PVMBG menyebut wilayah ini memiliki risiko tinggi mengalami hujan abu lebat dan hujan kerikil vulkanik berdiameter besar.

Untuk KRB II, wilayah rawan berada pada radius empat hingga enam kilometer dari puncak gunung. Kawasan ini berpotensi terdampak perluasan awan panas, aliran lava, lontaran batu pijar, serta aliran lahar apabila intensitas erupsi meningkat.

PVMBG juga mengingatkan potensi longsoran gunung api yang dapat memicu letusan terarah ke sektor barat laut hingga timur laut. Warga di sekitar kawasan tersebut diminta meningkatkan kewaspadaan terutama saat terjadi peningkatan aktivitas vulkanik dan hujan lebat.

Sementara itu, KRB I berada pada radius enam hingga sembilan kilometer dari puncak Gunung Lewotobi Laki-laki. Wilayah ini berpotensi terdampak aliran lahar serta hujan abu vulkanik apabila terjadi erupsi dengan intensitas lebih besar.

Selain aliran lahar, kawasan KRB I juga memiliki potensi terdampak hujan kerikil vulkanik atau lapili dengan diameter maksimum sekitar 10 milimeter. PVMBG menyebut potensi perluasan awan panas masih dapat terjadi apabila aktivitas erupsi terus berkembang.

Pemerintah daerah diminta terus menyosialisasikan peta kawasan rawan bencana kepada masyarakat di sekitar lereng gunung api. Langkah tersebut penting agar warga memahami tingkat risiko dan dapat mengikuti arahan mitigasi secara tepat.

PVMBG mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah maupun Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki. Informasi perkembangan aktivitas gunung api dapat diakses melalui situs Magma Indonesia dan kanal resmi Badan Geologi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....