Krisis Air Bersih Semakin Mengancam Masyarakat Nusa Tenggara Timur
- 11 Mei 2026 21:47 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Krisis air bersih akibat perubahan iklim semakin mengancam kehidupan masyarakat di Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas warga, pertanian, hingga ketahanan pangan di berbagai daerah.
Staf Advokasi WALHI Nusa Tenggara Timur, Horiana Yolanda, mengatakan perubahan cuaca yang tidak menentu membuat musim hujan dan kemarau sulit diprediksi masyarakat. Akibatnya, banyak wilayah mengalami kekeringan lebih panjang dibanding sebelumnya.
| Baca juga: Dosen ITB Teliti Sumber Air Tawar di Ende |
“Dampak paling dirasakan masyarakat adalah kekeringan berkepanjangan dan krisis air bersih yang memengaruhi sektor pertanian dan peternakan,” kata Horiana dalam program Green Radio RRI Ende, Sabtu 9 Mei 2026.
Ia menjelaskan, rendahnya curah hujan di NTT menjadi salah satu faktor utama yang memperparah kondisi tersebut. Selain itu, meningkatnya suhu udara akibat krisis iklim membuat sumber-sumber air semakin berkurang di sejumlah wilayah pedesaan.
Menurut Horiana, para petani kini kesulitan menentukan waktu tanam karena perubahan pola musim yang tidak menentu. Hal itu menyebabkan banyak petani mengalami gagal tanam dan hasil panen menurun sehingga memengaruhi pendapatan masyarakat.
WALHI NTT mendorong pemerintah agar lebih serius memperhatikan pengelolaan lingkungan dan sumber daya air di daerah. Selain itu, masyarakat juga diharapkan mulai menjaga kawasan hutan dan sumber mata air untuk mengurangi dampak krisis iklim di NTT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....