Abrasi dan Kenaikan Laut Ancam Pulau-Pulau Kecil NTT

  • 11 Mei 2026 21:22 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Abrasi dan kenaikan permukaan laut mulai mengancam keberadaan pulau-pulau kecil di Nusa Tenggara Timur. Dampak krisis iklim tersebut dinilai berpotensi memengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir.

Staf Advokasi WALHI Nusa Tenggara Timur, Horiana Yolanda, mengatakan wilayah pesisir di NTT menjadi salah satu kawasan paling rentan terhadap dampak perubahan iklim. Menurutnya, kondisi itu terjadi karena NTT merupakan provinsi kepulauan dengan banyak pulau kecil.

“Kita memiliki hampir 1.700 pulau yang terancam akibat naiknya permukaan air laut,” ujar Horiana dalam program Green Radio RRI Ende, Sabtu, 9 Mei 2026.

Ia menjelaskan, abrasi yang terus terjadi menyebabkan garis pantai di sejumlah wilayah semakin menyempit. Bahkan, beberapa kawasan pesisir mulai mengalami pengurangan daratan yang berdampak pada aktivitas masyarakat nelayan.

Selain itu, perubahan iklim juga menyebabkan nelayan harus melaut lebih jauh untuk mendapatkan hasil tangkapan ikan. Kondisi tersebut dipicu oleh perubahan ekosistem laut dan perpindahan habitat ikan akibat meningkatnya suhu perairan, ungkapnya.

WALHI NTT meminta pemerintah lebih berhati-hati dalam menetapkan kebijakan pembangunan di wilayah pesisir dan pulau kecil. Langkah perlindungan lingkungan dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan kehidupan masyarakat dan ekosistem laut di Nusa Tenggara Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....