Gubernur NTT Hadiri Pengukuhan Dua Guru Besar Unika Santu Paulus Ruteng

  • 11 Mei 2026 20:06 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena menghadiri Sidang Senat Terbuka Luar Biasa Pengukuhan Guru Besar Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng yang berlangsung di Aula Unika Santu Paulus Ruteng, Jumat 8 Mei 2026.

Gubernur NTT bersama rombongan disambut secara adat Manggarai melalui prosesi Manuk dan Tuak Kapu, tarian Tiba Meka di halaman kampus Unika Santu Paulus Ruteng. Turut hadir Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat, unsur Forkopimda Manggarai dan Manggarai Barat, serta para tokoh agama dan civitas akademika.

Dalam sidang tersebut, dua akademisi resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar, yakni Prof. Dr. Maksimus Regus, S.Fil., M.Si. dengan bidang kepakaran Sosiologi Agama dan Multikulturalisme, serta Prof. Dr. Sabina Ndiung, M.Pd. dengan bidang kepakaran Pembelajaran Matematika Pendidikan Dasar dan Asesmen Pembelajaran Matematika Pendidikan Dasar.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada kedua Guru Besar yang dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan serta pembangunan sumber daya manusia di Nusa Tenggara Timur.

“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, saya menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada dua putra-putri terbaik NTT yang hari ini dikukuhkan sebagai Guru Besar,” ujarnya.

Menurutnya, pengukuhan tersebut bukan sekadar pencapaian akademik personal, melainkan juga menjadi penanda penting perjalanan intelektual NTT yang mampu melahirkan gagasan dan pemikiran berdaya saing nasional maupun global.

Dalam pidatonya, Gubernur juga menyoroti tema sidang ilmiah “Menavigasi Ketidakpastian: Integrasi Nilai Iman dan Kecerdasan Logis yang Menggembirakan” yang dinilainya sangat relevan dengan tantangan zaman di tengah perubahan sosial yang cepat, disrupsi teknologi, hingga krisis nilai dan pendidikan.

“Di tengah ketidakpastian itu, kita diingatkan bahwa ada dua kekuatan besar yang dapat menjadi penuntun, yakni iman yang memberi makna dan kecerdasan logis yang memberi arah,” katanya.

Ia juga turut memberikan perhatian terhadap kiprah akademik Prof. Maksimus Regus dalam bidang sosiologi agama dan multikulturalisme. Menurutnya, pemikiran mengenai keberagaman, keadilan sosial, dan kemanusiaan menjadi kontribusi penting dalam membangun masyarakat yang inklusif dan berkeadaban.

"Pemikiran beliau mengingatkan bahwa ilmu pengetahuan tidak boleh berhenti pada teori, tetapi harus hadir membela martabat manusia dan memperjuangkan keadilan sosial,” ungkapnya.

Sementara itu, terhadap Prof. Sabina Ndiung, ia menilai kontribusinya dalam pengembangan etnopedagogi dan etnomatematika berbasis budaya lokal sangat penting bagi dunia pendidikan. Pendekatan tersebut dinilai mampu memperkuat identitas, karakter, sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran peserta didik.

“Kontribusi pemikiran beliau memberi pesan mendalam bahwa pendidikan yang maju tidak harus tercerabut dari akar budaya. Justru dari budaya lokal lahir kepercayaan diri, identitas, dan karakter generasi muda NTT,” tuturnya.

Lebih lanjut, dirinya menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT memandang dunia akademik sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. Berbagai tantangan pembangunan, menurutnya, membutuhkan dukungan riset, inovasi, dan pemikiran yang lahir dari perguruan tinggi.

Ia mengakui, keberadaan Unika Santu Paulus Ruteng dan institusi pendidikan tinggi lainnya di NTT dinilai memiliki peran penting sebagai pusat pendidikan, pusat peradaban, sekaligus laboratorium gagasan bagi masa depan daerah.

“Kita membutuhkan lebih banyak pemikir seperti Prof. Maksimus Regus yang berani bersuara untuk keadilan, dan lebih banyak pendidik seperti Prof. Sabina Ndiung yang berani mengakar pada budaya sendiri,” ucap Gubernur.

Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh pihak menjadikan momentum pengukuhan Guru Besar tersebut sebagai refleksi bersama untuk membangun NTT melalui penguatan pengetahuan, karakter, dan kebersamaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....