Pengawasan Penggunaan Handphone Anak Dinilai Penting saat Ini
- 09 Mei 2026 16:21 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka — Penggunaan telepon genggam dan media sosial pada anak kembali menjadi perhatian di tengah derasnya perkembangan teknologi digital yang telah menjangkau lingkungan sekolah dasar. Ketua Tim PPK Kabupaten Sikka, Fista Sambuari Kago, mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua dan guru agar anak tidak terjebak dalam dampak negatif dunia digital.
Pesan tersebut disampaikan Fista saat menghadiri kegiatan literasi dan sains di SDK Lela 1, Kecamatan Lela, Jumat 8 Mei 2026. Kegiatan itu diikuti para siswa, guru, dan orang tua dengan suasana interaktif serta penuh antusiasme.
Dalam sambutannya, Fista menegaskan bahwa teknologi digital tidak dapat dihindari dalam kehidupan modern saat ini. Menurutnya, handphone dapat menjadi sarana belajar sekaligus membuka akses informasi yang lebih luas bagi anak-anak.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penggunaan perangkat digital tanpa pendampingan dapat memicu berbagai persoalan. Anak-anak dinilai rentan mengalami kecanduan media sosial dan terpapar konten yang tidak sesuai dengan usia mereka.
“Handphone bisa menjadi sarana belajar dan mencari informasi. Tetapi tanpa pendampingan, anak-anak rentan terpapar konten negatif dan kecanduan media sosial,” ujarnya.
Fista menyoroti meningkatnya kebiasaan anak menghabiskan waktu di media sosial yang mulai memengaruhi budaya membaca dan konsentrasi belajar. Karena itu, ia menilai penguatan literasi digital perlu melibatkan sekolah, keluarga, dan pemerintah secara bersama-sama.
Ia juga menyinggung langkah pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Digital dalam memperkuat perlindungan anak di ruang digital. Salah satunya dilakukan melalui pengaturan akses media sosial bagi pengguna usia dini.
“Kebijakan ini bukan melarang anak menggunakan handphone, tetapi memastikan penggunaannya lebih aman, sehat, dan sesuai usia,” katanya.
Menurut Fista, anak-anak perlu dibekali kemampuan menyaring informasi dan memahami etika bermedia digital sejak dini. Selain itu, teknologi harus diarahkan menjadi sarana yang produktif serta mendukung kreativitas belajar.
Ia meminta orang tua dan guru lebih aktif mendampingi anak saat menggunakan perangkat digital. Pendampingan tersebut dapat dilakukan dengan membatasi durasi penggunaan, mengawasi aplikasi yang diakses, hingga mengarahkan anak pada kegiatan membaca dan aktivitas kreatif.
Sementara itu, Camat Lela, Kons Saru, mengapresiasi kegiatan literasi dan edukasi digital tersebut karena dinilai relevan dengan tantangan perkembangan teknologi saat ini. Menurutnya, keterlibatan serius orang tua dan tenaga pendidik menjadi kunci agar anak-anak mampu memanfaatkan teknologi secara bijak.
Kegiatan literasi dan sains di SDK Lela 1 berlangsung meriah dengan berbagai aktivitas edukatif yang melibatkan siswa secara langsung. Selain memperkuat minat baca, kegiatan tersebut juga dirancang untuk mendorong kreativitas dan kemampuan belajar anak di era digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....