Sanggar Tosiba, Wadah Pengembangan Kreativitas Anak di SDI Tongatei

  • 06 Mei 2026 15:07 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Nagekeo - Sanggar seni Tosiba (Tongatei Serba Bisa) milik SDI Tongatei terus menunjukkan eksistensinya sebagai wadah pengembangan kreativitas anak. Sanggar yang dibentuk tahun 2025 ini menjadi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan bakat di bidang seni, sekaligus membentuk karakter melalui kegiatan positif di lingkungan sekolah.

Berbagai kegiatan rutin digelar, mulai dari latihan tari tradisional, musik, hingga pertunjukan seni lainnya yang dirancang untuk meningkatkan kreativitas dan rasa percaya diri anak. Ketua sanggar Tosiba Allan Moda mengatakan saat ini jumlah anggota sanggar sudah 30 orang dan seluruh aktivitas di sanggar ini dibimbing langsung oleh para guru yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pengembangan potensi siswa.

Pendampingan yang intensif membuat anak-anak tidak hanya terampil, tetapi juga disiplin dan mampu bekerja sama dalam setiap penampilan. Berkat konsistensi latihan dan kualitas penampilan, sanggar Tosiba telah banyak menerima undangan untuk tampil dalam berbagai acara resmi, baik kegiatan pemerintahan maupun event lainnya. Hal ini menjadi bukti bahwa kemampuan siswa SDI Tongatei mampu bersaing dan mendapat apresiasi luas dari masyarakat.

“Sanggar ini selain seni tari, kami juga bergerak di bidang seni musik. Kita mengangkat budaya-budaya daerah seperti Ndera, Dero, Iki Mea dan yang lainnya. Dan ini sangat diminati anak-anak,”kata Allan kepada RRI, Sabtu 2 Mei 2026.

Sementara Kepala SDI Tongatei Maria Nurisa menyatakan dukungan penuh terhadap keberadaan Sanggar Tosiba sebagai wadah pengembangan kreativitas siswa di lingkungan sekolah. Menurutnya kehadiran sanggar Tosiba memberikan dampak nyata terhadap perkembangan siswa, baik dari segi kreativitas, kepercayaan diri, maupun kedisiplinan.

Namun demikian, pihak sekolah mengakui bahwa pengembangan sanggar masih menghadapi keterbatasan, terutama pada fasilitas pendukung. Keterbatasan sarana seperti perlengkapan seni dan ruang latihan menjadi tantangan dalam meningkatkan kualitas pembinaan bagi para siswa.

“Saya berharap sanggar ini terus berkembang dan melibatkan lebih banyak anak dalam kegiatan-kegiatannya. Tentunya kami sangat membutuhkan bantuan pemerintah untuk mendukung kegiatan sanggar ini,"katanya.

Dukungan terhadap keberadaan Sanggar Tosiba juga muncul dari para orang tua siswa. Salah satu perwakilan orang tua Elvis Jawa menilai sanggar ini sebagai terobosan penting di tengah derasnya arus digitalisasi yang cenderung membuat anak-anak lebih fokus pada penggunaan gadget dan mulai menjauh dari nilai-nilai budaya lokal. Kehadiran sanggar menjadi momentum untuk membangkitkan kembali rasa nasionalisme dan kecintaan anak terhadap budaya.

“Kehadiran sanggar ini menurut saya, menjadi momentum untuk membangkitkan kembali rasa nasionalisme dan kecintaan anak terhadap budaya. Selain itu, kegiatan seni yang dilakukan juga mampu meningkatkan kreativitas anak sekaligus menjaga keseimbangan perkembangan mereka di tengah tekanan era teknologi modern,”kata Elvis.

Para orang tua berharap sanggar Tosiba dapat terus dikembangkan dan dijadikan sebagai kegiatan ekstrakurikuler unggulan di sekolah. Menurut mereka, penguatan kegiatan non-akademik sangat penting untuk mengimbangi pembelajaran di kelas, sehingga anak-anak dapat tumbuh secara menyeluruh, baik dari sisi intelektual maupun keterampilan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....