11 Tahun Mengabdi, Guru Honorer di Sikka Digaji Rp 150 Ribu

  • 06 Mei 2026 09:30 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Kisah pilu guru honorer di Kabupaten Sikka kembali menjadi sorotan publik pada momentum Hardiknas 2026. Seorang guru harus bertahan mengajar dengan honor minim di tengah keterbatasan ekstrem.

Yustina Yuniarti telah mengabdi selama sebelas tahun sebagai guru honorer. Ia mengajar di SDK Wukur, Desa Sikka, Kecamatan Lela.

Setiap hari ia menempuh perjalanan panjang menuju sekolah tempat mengajar. Sebagian perjalanan harus dilalui dengan berjalan kaki sejauh enam kilometer.

Medan yang dilalui bukan jalan yang aman dan nyaman bagi pejalan kaki. Ia harus melewati perbukitan terjal, jalan licin, hingga jurang yang berbahaya.

Kondisi semakin berat saat musim hujan maupun musim kemarau tiba. Risiko kecelakaan menjadi bagian dari rutinitas yang harus dihadapi setiap hari.

“Kalau musim hujan jalan jadi lumpur dan sangat berbahaya,” ujar Yustina.

Selain tantangan medan, persoalan kesejahteraan menjadi beban tersendiri. Ia hanya menerima honor sebesar Rp150 ribu setiap bulan.

Honor tersebut bahkan bukan berasal dari dana pemerintah secara resmi. Pembayaran diperoleh dari iuran orang tua siswa yang juga terbatas.

“Honor itu murni dari iuran komite sekolah yang sangat terbatas,” ujarnya.

Di awal masa pengabdian, kondisi yang dihadapi bahkan lebih sulit. Ia pernah menerima honor hanya Rp15 ribu setiap bulan.

Keterbatasan tersebut tidak membuatnya meninggalkan profesi sebagai guru. Ia tetap bertahan demi masa depan anak-anak di wilayah terpencil.

“Saya takut anak-anak kehilangan masa depan jika tidak ada guru,” katanya.

Di sekolah, ia mengajar puluhan siswa dengan fasilitas terbatas. Ruang kelas sederhana tidak mengurangi semangat belajar siswa.

Kisah ini menjadi gambaran kondisi pendidikan di daerah 3T. Masih banyak guru honorer menghadapi tantangan serupa di berbagai wilayah.

Melalui momentum Hardiknas, ia menyampaikan harapan kepada pemerintah. Ia berharap ada perhatian serius terhadap guru honorer di daerah terpencil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....