Wisata Literasi Sains Tumbuhkan Rasa Ingin Tahu Siswa
- 04 Mei 2026 16:03 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka - Upaya membangun budaya baca dan rasa ingin tahu generasi muda kembali digaungkan di Kabupaten Sikka melalui program wisata literasi dan sains. Gerakan ini mulai menunjukkan geliat positif seiring keterlibatan aktif sekolah-sekolah dalam kegiatan edukatif tersebut.
Rencana kunjungan siswa kelas BI SDK Maristela Nangarasong ke Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda menjadi salah satu bukti nyata. Kegiatan ini bukan sekadar agenda rekreasi, melainkan perjalanan belajar yang dirancang untuk memperluas wawasan anak-anak.
Kepala Sekolah SDK Maristela Nangarasong, Sr. Fransiska, SCIM, mengungkapkan ketertarikannya setelah mengikuti informasi dari media online dan akun resmi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka. Ketertarikan tersebut mendorongnya untuk berkonsultasi langsung guna merancang kegiatan yang berdampak bagi siswa.
Menurutnya, wisata literasi dan sains menghadirkan pengalaman belajar yang tidak terbatas pada ruang kelas. Anak-anak diajak mengenal dunia nyata melalui kunjungan ke toko buku, Kantor Bupati, DPRD, hingga perpustakaan daerah.
“Anak-anak tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga dari pengalaman langsung. Ini sangat penting untuk membentuk cara berpikir mereka,” ujarnya.
Program ini dirancang dengan pendekatan yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi peserta didik. Beragam kegiatan seperti membaca, bercerita, lomba edukatif, hingga interaksi dengan lingkungan baru menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka menilai literasi dan sains kini menjadi kebutuhan mendasar. Hal ini penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus membentuk masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Berbagai program pendukung terus digencarkan, mulai dari Kunjungan Literasi, Gerakan Antar Buku (GRAB), hingga layanan Mobil Perpustakaan Keliling. Program-program tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan yang relevan.
Gerakan literasi, lanjutnya, bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau sekolah semata. Peran guru, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci dalam menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini.
Wisata literasi yang mulai diminati ini menjadi harapan baru bagi generasi muda di Sikka. Dari langkah sederhana seperti kunjungan ke perpustakaan, dapat tumbuh mimpi besar menuju masa depan yang lebih cerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....