Gerakan Membaca 30 Menit Didorong di Tana Wawo

  • 04 Mei 2026 14:51 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Pemerintah Kecamatan Tana Wawo mendorong optimalisasi fungsi perpustakaan melalui kewajiban membaca buku non-pelajaran selama 30 menit. Kebijakan ini menyasar sekolah, desa, hingga perpustakaan umum daerah sebagai pusat literasi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Camat Tana Wawo, John Oriwis NS, saat memimpin Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional tingkat kecamatan. Kegiatan berlangsung di Lapangan SMP Negeri 2 Paga Nuaria, Desa Detu Binga, Sabtu pagi, 2 Mei 2026.

Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa gerakan membaca menjadi langkah konkret membangun budaya literasi. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat minat baca di kalangan peserta didik dan masyarakat.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut merujuk pada Surat Edaran Bupati Sikka Nomor: Arsip Pustaka.000.14.4/75/2026. Aturan ini mengatur Gerakan 30 Menit Membaca, Wisata Literasi dan Sains, serta penguatan ekosistem literasi di Kabupaten Sikka sejak 22 April 2026.

Menurutnya, surat edaran itu menjadi pedoman resmi bagi seluruh pemangku kepentingan. Implementasinya dilakukan secara terstruktur, kolaboratif, dan berkelanjutan di seluruh wilayah, termasuk Kecamatan Tana Wawo.

Pada momentum Hari Pendidikan Nasional, John juga menekankan peran strategis guru dalam membentuk karakter generasi muda. Guru disebut sebagai navigator pengetahuan sekaligus katalisator pengembangan berpikir kritis dan kreativitas.

Ia mengingatkan agar semangat memajukan pendidikan tidak surut oleh tantangan geografis dan cuaca ekstrem. Keterbatasan infrastruktur, menurutnya, tidak boleh menjadi penghambat dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Sementara itu, Ketua Panitia, Abraham Nelson, mengatakan rangkaian kegiatan tidak hanya sebatas upacara. Setelahnya, digelar berbagai lomba dan atraksi yang melibatkan peserta didik dan tenaga pendidik.

Lomba yang ditampilkan antara lain tarik tambang, gigit sendok, dan lomba karung. Selain itu, siswa juga menampilkan berbagai atraksi hiburan untuk memeriahkan peringatan tersebut.

Upacara Hardiknas 2026 ini turut dihadiri berbagai unsur, mulai dari tokoh agama hingga aparat keamanan dan tenaga kesehatan. Hadir pula para guru dan siswa dari sejumlah sekolah di Rayon O1 Kecamatan Tana Wawo.

Sejumlah sekolah yang ambil bagian di antaranya SMP Negeri 2 Paga Nuaria, SD Inpres Nuaria, dan SD Katholik Nuaria. Partisipasi ini mencerminkan kolaborasi lintas satuan pendidikan dalam memperkuat semangat literasi di wilayah tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....