Sekolah Diminta Jadi Ruang Pelestarian Daerah
- 30 Apr 2026 20:15 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Sekolah diminta menjadi ruang pelestarian budaya daerah melalui penerapan pembelajaran berbasis kearifan lokal di lingkungan pendidikan. Upaya tersebut dinilai penting agar budaya lokal tetap diwariskan kepada generasi muda sejak usia dini.
Dosen Program Studi PGSD STKIP Citra Bakti Ngada, , mengatakan pendidikan dan kebudayaan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Karena itu, sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal.
Menurutnya, pembelajaran berbasis budaya lokal dapat dilakukan dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai laboratorium belajar. Siswa dapat belajar dari interaksi sosial, tradisi masyarakat, hingga pengalaman budaya yang ada di lingkungan sekolah.
“Sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga ruang untuk menjaga identitas budaya dan menanamkan nilai kehidupan kepada generasi muda,” katanya dalam program Bincang Budaya RRI Ende, Rabu, 29 April 2026.
Ia menilai perkembangan teknologi saat ini tidak harus menjadi ancaman bagi budaya daerah. Teknologi justru dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan dan mengembangkan kebudayaan apabila digunakan secara bijak.
| Baca juga: TBAM Perluas Ruang Belajar Pelajar SMP |
Dalam penerapannya, keterlibatan orang tua dan tokoh adat juga dianggap sangat penting. Sekolah dapat menghadirkan praktisi budaya untuk mengajarkan kesenian tradisional seperti gong dan gendang kepada siswa secara langsung.
“Kalau budaya lokal tidak diwariskan dengan baik, maka suatu saat bisa hilang.
Karena itu, pendidikan memiliki tugas penting untuk melestarikannya,” ujarnya.
Ia berharap sekolah-sekolah di Kabupaten f semakin aktif mengintegrasikan budaya lokal dalam pembelajaran. Dengan demikian, nilai budaya dan karakter masyarakat tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....