Bupati Mabar Ajak Generasi Muda Bangun Bisnis Pangan Lokal Berbasis Digital

  • 29 Apr 2026 20:46 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, mengajak generasi muda untuk membangun bisnis pangan lokal berbasis digital sebagai langkah strategis memperkuat sektor pertanian sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Pasar Kreasi Pangan yang digelar Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial bersama Yayasan Prestasi Junior Gemilang Indonesia melalui program Urban Futures di Lapangan Parkir Kampung Ujung, Labuan Bajo, Rabu 29 April 2026.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam mendorong transformasi sektor pangan melalui inovasi, kewirausahaan, dan pemanfaatan teknologi digital.

Menurutnya, pertanian tidak lagi dapat dipandang sebagai sektor tradisional semata, melainkan harus berkembang menjadi bisnis modern yang mampu menciptakan nilai tambah melalui hilirisasi produk lokal.

“Anak-anak muda harus berani masuk ke sektor pangan dengan pendekatan baru. Gunakan teknologi digital, bangun usaha, dan jadikan pangan lokal sebagai kekuatan ekonomi masa depan,” ujar Edistasius Endi.

Berdasarkan data Sensus Pertanian 2023, sektor pertanian masih menjadi penopang utama ekonomi Manggarai Barat dengan menyerap lebih dari 54 persen tenaga kerja. Namun, partisipasi petani usia muda masih tergolong rendah, sehingga diperlukan strategi baru untuk menarik minat generasi muda.

Bupati optimistis, jika anak muda terlibat aktif dalam pengembangan usaha pangan berbasis teknologi, sektor pertanian dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kalau generasi muda bergerak bersama, memanfaatkan digitalisasi dan membangun jaringan usaha, maka pertumbuhan ekonomi Manggarai Barat bisa meningkat lebih cepat,” katanya.

Regional Koordinator Urban Futures Indonesia, Laily Himayati, menjelaskan bahwa program tersebut telah mendampingi 47 orang muda dalam pengembangan kewirausahaan pangan, mulai dari legalitas usaha hingga pemanfaatan platform digital.

“Generasi muda binaan kami tidak hanya memproduksi pangan lokal, tetapi juga belajar membangun merek, memasarkan produk secara digital, dan memperluas jaringan pasar,” ungkapnya.

Sementara itu, Dewan Nasional Yayasan Prestasi Junior Gemilang Indonesia, Natalia Soebagjo, mengungkapkan bahwa program NURTURE berhasil mencatat omzet kolektif hampir Rp4 miliar hanya dalam waktu sembilan bulan.

“Sebanyak 85 persen peserta telah mengadopsi teknologi digital dalam bisnis mereka, dan sebagian telah membuka peluang kerja baru,” kata Natalia.

Pasar Kreasi Pangan turut menampilkan berbagai inovasi usaha pangan lokal, riset sistem pangan, serta kampanye publik yang digerakkan oleh generasi muda sebagai bagian dari transformasi ekonomi berbasis komunitas.

Adapun melalui kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat berharap generasi muda dapat menjadi motor penggerak ekonomi baru melalui bisnis pangan lokal yang modern, kompetitif, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....