BMKG Imbau Waspada Cuaca Pancaroba NTT Hari Ini

  • 29 Apr 2026 16:58 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • NTT sedang memasuki masa pancaroba dari musim hujan ke kemarau.
  • Aktivitas gelombang atmosfer memicu potensi hujan di beberapa wilayah
  • Hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi siang hingga malam hari.
  • Tinggi gelombang laut mencapai 1,25 hingga 2,5 meter (kategori sedang).
  • Masyarakat diminta waspada bencana dan hanya mengakses informasi resmi BMKG.

RRI.CO.ID, Sikka - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di wilayah Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem selama masa peralihan musim atau pancaroba. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Frans Seda Sikka, Naili Fadlilatin Azizah, dalam siaran RRI, Rabu, 29 April 2026 sore, menyampaikan bahwa saat ini wilayah Nusa Tenggara Timur tengah memasuki masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau.

“Terpantau adanya aktivitas gelombang atmosfer seperti Kelvin dan Rossby yang memengaruhi kondisi cuaca di wilayah NTT,” ujarnya.

Selain itu, kelembapan udara yang cukup tinggi, berkisar antara 60 hingga 90 persen, turut mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah. Suhu permukaan laut yang hangat juga meningkatkan potensi terbentuknya awan konvektif penyebab hujan.

Secara umum, kondisi cuaca pada pagi hari diperkirakan berawan. Sementara itu, pada siang hingga sore hari berpotensi terjadi hujan ringan hingga sedang. Pada malam hari hingga dini hari, cuaca cenderung berawan dengan peluang hujan ringan.

BMKG mencatat suhu udara berkisar antara 25 hingga 31 derajat Celsius, dengan angin dominan bertiup dari arah barat daya dengan kecepatan sekitar 11 kilometer per jam. Untuk wilayah perairan selatan Flores, tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter, yang masuk dalam kategori sedang.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang, akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Selain itu, masyarakat diimbau agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi dan memastikan informasi cuaca hanya bersumber dari BMKG.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....