Expo Hardiknas Manggarai Timur, Bupati Agas Dorong Pendidikan Berbasis Budaya

  • 28 Apr 2026 22:39 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Timur – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Timur menggelar Expo Pendidikan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Kegiatan yang melibatkan ratusan pelajar dari berbagai jenjang ini resmi dimulai, Selasa 28 April 2026.

Dipusatkan dalam rangkaian Festival Lomba Budaya, Kreativitas, dan Inovasi Pendidikan, expo ini akan berlangsung hingga 1 Mei 2026 dan menjadi panggung bagi lahirnya talenta-talenta muda daerah.

Mengusung tema “Pendidikan Kuat, Budaya Terjaga: Wujudkan Generasi Matim yang Unggul dan Berkarakter,” kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga ruang kolaborasi antara dunia pendidikan, kebudayaan, dan ekonomi kreatif.

Sejak pagi, suasana lokasi kegiatan tampak semarak. Pelaku UMKM sibuk menata produk unggulan di stan yang telah disiapkan, mulai dari kuliner lokal hingga kerajinan tangan. Di sisi lain, para guru dan siswa terlihat antusias mempersiapkan berbagai perlombaan dan pameran pendidikan.

Keterlibatan berbagai elemen ini menunjukkan bahwa Expo Pendidikan tidak hanya menjadi milik dunia pendidikan, tetapi juga gerakan bersama masyarakat Manggarai Timur dalam membangun masa depan daerah.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sekaligus Ketua Panitia, Marsel Enggu, menyampaikan kegiatan ini memiliki landasan hukum yang jelas, mengacu pada Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional serta Peraturan Bupati Manggarai Timur Nomor 74 Tahun 2025, dan didukung melalui DPA tahun anggaran 2026.

Menurutnya, Expo Pendidikan menjadi instrumen strategis untuk memperkuat literasi, melestarikan budaya, serta membentuk karakter peserta didik. “Tahun ini diikuti ratusan pelajar dari berbagai jenjang, mulai dari PAUD hingga SMP, yang merupakan perwakilan terbaik dari 12 kecamatan setelah melalui proses seleksi berjenjang,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, menegaskan pentingnya pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai budaya lokal. “Pendidikan sejati harus menjunjung tinggi kebudayaan dan kearifan lokal. Anak-anak tidak hanya dituntut cerdas, tetapi juga berkarakter dan mencintai budayanya,” ujarnya.

Ia menilai Expo Pendidikan menjadi wadah strategis untuk menampilkan kreativitas siswa sekaligus memperkuat identitas budaya daerah, serta mendorong lahirnya generasi yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....