Tantangan Lapangan Warnai Program Caring Dream

  • 28 Apr 2026 20:11 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Relawan komunitas Katong Mimpi menghadapi berbagai tantangan saat menjalankan program Carriying Dream di wilayah dengan keterbatasan fasilitas. Kondisi ini menjadi gambaran nyata masih lebarnya kesenjangan pendidikan di daerah.

Hal tersebut terungkap dalam program CLBK, Minggu (26/4/2026), yang membahas pengalaman relawan dalam menjalankan program Carriying Dream. Program ini tidak hanya fokus pada pembelajaran, tetapi juga adaptasi dengan kondisi sosial dan geografis setempat.

Relawan Ivonny Elizabeth J. Kedoh mengungkapkan bahwa pengelolaan kegiatan menjadi tantangan utama, terutama dalam mengatur aktivitas anak yang cukup padat. Ia menjelaskan bahwa relawan harus memastikan kegiatan tetap berjalan efektif tanpa mengurangi kenyamanan siswa.

Selain itu, keterbatasan sarana dan akses menjadi kendala yang harus dihadapi selama kegiatan berlangsung. Relawan dituntut kreatif memanfaatkan sumber daya yang ada agar proses pembelajaran tetap berjalan optimal.

Divisi program, Ralvin Imanuel Lauisaly, menegaskan bahwa komunitas tidak datang untuk mengubah sistem secara menyeluruh. Ia menyebut pendekatan yang dilakukan lebih kepada berbagi metode pembelajaran yang adaptif dan relevan.

Menurutnya, keberhasilan program diukur dari perubahan perspektif siswa terhadap pendidikan. “Bukan soal nilai tinggi, tetapi bagaimana mereka merasa belajar itu bermakna,” kata Ralvin.

Respon masyarakat dan pihak sekolah dinilai positif, bahkan menjadi faktor pendukung utama keberhasilan kegiatan. Dukungan ini menunjukkan adanya kebutuhan nyata terhadap program pendampingan pendidikan di wilayah tersebut.

Ke depan, komunitas berharap adanya kolaborasi lintas sektor untuk memperluas jangkauan program serupa. Dengan dukungan berkelanjutan, tantangan yang ada diharapkan dapat diubah menjadi peluang peningkatan kualitas pendidikan di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....