Tantangan Nyata dalam Pendampingan Petani
- 27 Apr 2026 12:57 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Segmen CLBK, Minggu (5/4/2026) menyoroti tantangan pendampingan petani melalui pengalaman Siti Hartina Mbele sebagai Field Officer Program FEAST di Kabupaten Sikka. Pendampingan dilakukan di sepuluh kelompok tani dengan total sekitar dua ratus petani yang tersebar di beberapa desa binaan.
Hartina mengungkapkan kendala utama yang dihadapi adalah perbedaan bahasa lokal antara wilayah dampingan yang cukup beragam. Ia harus menyesuaikan komunikasi dengan bahasa Sikka dan Lio agar pesan program dapat diterima dengan baik oleh petani.
Selain kendala bahasa, tantangan lain muncul dari kebiasaan petani yang lebih terbiasa bekerja secara fisik dibanding menerima materi teori. Hal ini membuat pendekatan pembelajaran harus disesuaikan menjadi lebih praktis, interaktif, dan berbasis pengalaman langsung di lapangan.
“Kami harus belajar bersama, bukan hanya mengajar petani,” ujarnya menggambarkan pendekatan kolaboratif dalam setiap kegiatan sekolah lapang. Ini menunjukkan pentingnya hubungan setara antara pendamping dan petani dalam proses transfer pengetahuan yang efektif.
Ia menambahkan tidak semua teori yang dibawa selalu sesuai dengan kondisi nyata di lapangan yang dihadapi petani. Oleh karena itu solusi sering ditemukan melalui diskusi bersama antara pengalaman petani dan pengetahuan yang dibawa pendamping.
Dalam praktiknya, tidak semua petani langsung menerima metode organik karena pertimbangan produktivitas dan kebutuhan ekonomi keluarga. Petani cenderung memilih metode yang memberikan hasil cepat meskipun belum sepenuhnya ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Namun demikian, terdapat beberapa petani yang mulai mencoba sistem organik secara bertahap di sebagian kecil lahan mereka. Pendekatan ini dianggap sebagai langkah realistis untuk mengurangi risiko sekaligus memperkenalkan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....