Kunjungi NTT, Menteri Koperasi Dorong Transformasi Ekonomi Warga Lewat Koperasi

  • 26 Apr 2026 18:50 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Kunjungan kerja Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono di Kota Kupang disambut langsung oleh Penjabat Wali Kota Kupang Johanis Asadoma di VIP Pemda Bandara El Tari, Sabtu, 25 April 2026. Penyambutan berlangsung hangat sebelum rombongan melanjutkan agenda kunjungan ke Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Manulai II di Kecamatan Alak.

Didampingi Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Menteri Ferry berdialog langsung dengan masyarakat dan anggota koperasi. Dalam kesempatan tersebut, ia menunjukkan komitmen nyata dengan menjadi anggota luar biasa KKMP Manulai II melalui simpanan pokok sebesar Rp50 juta, sekaligus menegaskan peran koperasi sebagai kekuatan ekonomi kolektif masyarakat kecil.

Menurut Ferry, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan bagian dari strategi nasional untuk mendorong masyarakat bertransformasi dari penerima bantuan menjadi pelaku usaha mandiri. Ia menekankan pentingnya koperasi sebagai pusat aktivitas ekonomi yang tidak hanya menjual kebutuhan pokok, tetapi juga menyerap dan memasarkan produk lokal dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga UMKM.

“Koperasi harus menjual kebutuhan pokok sekaligus menyerap hasil pertanian, peternakan, perikanan, dan UMKM. Produk lokal harus menjadi prioritas,” ujarnya.

Lebih lanjut, pemerintah akan memperkuat koperasi dengan berbagai fasilitas penunjang seperti gudang penyimpanan, alat pengering hasil panen, cold storage, layanan kesehatan sederhana, hingga lembaga keuangan mikro. Ferry juga mengingatkan bahwa koperasi harus bergerak terintegrasi dari hulu ke hilir, sesuai amanat UUD 1945 yang menempatkan koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional.

Sementara itu, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan koperasi sebagai instrumen utama keadilan ekonomi. Ia mengajak masyarakat untuk memperkuat ekosistem koperasi melalui transaksi internal dan kolaborasi lintas sektor, serta mendorong koperasi agar tidak berhenti pada simpan pinjam, tetapi masuk ke produksi, distribusi, hingga industri.

“Jangan berhenti di produksi. Koperasi harus masuk ke distribusi, pemasaran, bahkan industri. Kita harus menguasai seluruh rantai nilai,” kata Gubernur. Dukungan masyarakat pun terlihat dari apresiasi warga dan laporan pengurus KKMP Manulai II yang kini mencatat omzet lebih dari Rp47 juta dengan keanggotaan yang terus bertambah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....