Kapolda NTT Dampingi Menteri PUPR Tinjau Dampak Gempa Bumi di Ende
- 16 Agt 2026 20:26 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko bersama Forkopimda mendampingi Menteri PUPR meninjau dampak gempa di Kabupaten Ende, Minggu 16 Agustus 2026 sore. Kunjungan tersebut menyasar Kecamatan Ndona untuk melihat kerusakan bangunan sekaligus memastikan kebutuhan warga terdampak segera mendapat penanganan memadai.
Sebelum tiba di Ende, rombongan lebih dahulu meninjau kondisi lapangan dan dampak gempa yang dirasakan masyarakat Kabupaten Sikka.
Setelah mendarat di Ende, rombongan bergerak menuju Ndona dan menyisir sejumlah titik yang mengalami kerusakan akibat guncangan gempa.
Di Ndona, peninjauan mencakup Paroki Ndona dan Masjid Baiturahman yang mengalami kerusakan sehingga memerlukan perhatian untuk pemulihan fasilitas. Kondisi fisik kedua rumah ibadah diperiksa untuk memetakan kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi agar fasilitas pelayanan masyarakat dapat segera berfungsi.
Dari lokasi rumah ibadah, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kelurahan Lokoboko untuk melihat penampungan mandiri warga terdampak bencana gempa tersebut.
Di tempat itu, rombongan menyapa warga yang mengungsi sekaligus menyerahkan bantuan sosial secara simbolis kepada 12 kepala keluarga.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 56 jiwa yang tergabung dalam 12 keluarga, dengan kebutuhan dasar menjadi perhatian utama selama pengungsian. Penyaluran bantuan diarahkan untuk menjaga kebutuhan pangan, minuman, pakaian, dan keperluan harian warga tetap terpenuhi selama kondisi darurat.
Kapolda NTT menegaskan, personel gabungan kini diarahkan penuh untuk menolong dan memulihkan kondisi masyarakat yang menjadi korban bencana. “Kami bersama-sama Forkopimda mendampingi Bapak Menteri PUPR meninjau langsung lokasi, setelah kemarin meninjau Sikka dan hari ini Ende,” ujar Kapolda.
Selain bantuan, Kapolda memerintahkan Polres Ende dan Polsek meningkatkan patroli di permukiman yang ditinggalkan warga karena bangunan belum layak huni. Patroli itu ditujukan mencegah kehilangan aset warga selama mereka mengungsi hingga bangunan dinyatakan aman untuk kembali ditempati sepenuhnya.
Menurut Kapolda, pengamanan rumah menjadi bagian penting penanganan karena banyak warga masih bertahan di pengungsian sambil menunggu kepastian keselamatan. Kepolisian bersama pemangku kepentingan akan mengawal tanggap darurat hingga kondisi wilayah terdampak kembali aman dan warga dapat pulang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....