Bupati Manggarai Lantik 75 Pejabat Administrator

  • 26 Apr 2026 18:45 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai – Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, secara resmi melantik dan mengambil sumpah 75 Pejabat Administrator di lingkup Pemerintah Kabupaten Manggarai. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Aula Ranaka, Kantor Bupati Manggarai, Kamis 23 April 2026.

Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Bupati Manggarai Nomor 152 Tahun 2026 tentang Pengangkatan dan Mutasi dalam Jabatan Administrator. Para pejabat yang dilantik terdiri dari promosi dan mutasi jabatan yang diharapkan mampu memperkuat kinerja birokrasi di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa jabatan administrator merupakan posisi strategis dalam struktur pemerintahan, karena menjadi penghubung antara kebijakan pimpinan dengan pelaksanaan teknis di lapangan.

Menurutnya, pejabat administrator dituntut memiliki kapasitas teknis yang memadai, mulai dari perencanaan program, pengelolaan keuangan, pelaksanaan kegiatan, hingga evaluasi kinerja. “Jabatan ini harus disyukuri dengan tindakan nyata dan integritas tinggi, karena tanggung jawab yang saudara emban disaksikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar Bupati.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran administrator sebagai penyeimbang dalam organisasi. Para pejabat diminta mampu menerjemahkan kebijakan pimpinan secara bijak tanpa menimbulkan tekanan berlebihan di tingkat bawahan.

“Jangan sampai tekanan dari atas diterjemahkan menjadi tekanan ke bawah. Tugas saudara adalah memastikan instruksi dapat dijalankan dengan baik dan berdampak pada perbaikan kinerja,” katanya.

Selain itu, Bupati mendorong seluruh pimpinan OPD untuk membangun organisasi yang adaptif dan produktif melalui lima transformasi utama. Lima Transformasi tersebut adalah mengubah target menjadi aksi nyata, kegiatan menjadi output yang jelas, rapat menjadi keputusan, keputusan menjadi tindak lanjut, serta kerja keras menjadi dampak yang dirasakan masyarakat.

Menghadapi kondisi anggaran yang tidak menentu pada tahun 2026, Bupati menyebut tahun ini sebagai periode efisiensi dan pembenahan sistem internal. Ia menekankan pentingnya penyusunan proses bisnis dan standar operasional prosedur (SOP) yang jelas di setiap perangkat daerah agar pelayanan publik tetap berjalan optimal.

“Kita menghadapi keterbatasan anggaran, tetapi target kinerja tetap tinggi. Karena itu, sistem kerja harus diperkuat melalui koordinasi yang baik dan evaluasi yang berkelanjutan,” katanya.

Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh pejabat yang dilantik untuk menghadirkan birokrasi yang berdampak, ditandai dengan pelayanan publik yang semakin baik, koordinasi yang cepat, serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum penguatan kinerja aparatur sipil negara dalam mendukung pembangunan daerah yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....