Gerakan Baca 30 Menit Mulai Diterapkan di Sikka

  • 24 Apr 2026 07:52 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka - Gerakan Baca 30 Menit resmi mulai dijalankan di Kabupaten Sikka sebagai upaya memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar. Program ini disosialisasikan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DISARPUS) di Aula Lantai II Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda, Kamis 23 April 2026.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bupati Sikka Nomor: ArsipPustaka.000.14.4/75/2026. Surat tersebut mengatur pelaksanaan Gerakan 30 Menit Membaca, Wisata Literasi dan Sains, serta penguatan ekosistem literasi daerah.

Kepala DISARPUS Sikka, Very Awales, mengatakan program ini dirancang untuk membentuk kebiasaan membaca harian bagi siswa. Selain itu, literasi juga diintegrasikan dengan pembelajaran sains agar lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Ia menegaskan, siswa didorong untuk membaca minimal 30 menit setiap hari sebagai bagian dari rutinitas belajar. Menurutnya, pendekatan wisata literasi dan sains membuat proses pembelajaran lebih kontekstual dan tidak membosankan.

Sosialisasi tersebut melibatkan siswa dan guru SDIT Rabbani Maumere sebagai peserta utama. Mereka tidak hanya menerima pemaparan materi, tetapi juga mengikuti tur edukatif di lingkungan perpustakaan.

Dalam tur tersebut, peserta dikenalkan pada koleksi buku, sistem pengelolaan arsip, hingga fungsi layanan publik perpustakaan. Pengalaman ini memberikan gambaran langsung tentang peran perpustakaan dalam mendukung pembelajaran.

Untuk meningkatkan partisipasi siswa, DISARPUS juga menghadirkan berbagai aktivitas edukatif. Salah satunya adalah lomba mewarnai yang dirancang untuk menumbuhkan minat belajar secara kreatif.

Kepala SDIT Rabbani Maumere, Yanto, menilai pendekatan ini memberi pengalaman belajar yang lebih aplikatif bagi siswa. Ia menyebut kegiatan tersebut tidak hanya mendorong minat baca, tetapi juga memperkenalkan fungsi kearsipan secara nyata.

DISARPUS menegaskan program ini akan dijalankan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi ini dinilai penting untuk memperkuat budaya literasi di daerah secara menyeluruh.

Ke depan, DISARPUS Sikka akan melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap implementasi program di sekolah-sekolah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebiasaan membaca tumbuh konsisten dan dapat diukur hasilnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....