Penanaman Pohon Warnai Peringatan Hari Bumi Sikka

  • 23 Apr 2026 06:43 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Peringatan Hari Bumi di Kabupaten Sikka ditandai dengan aksi penanaman pohon di kawasan Pantai Nuba Nanga Bola Wolon, Rabu 22 April 2026. Kegiatan ini dipimpin Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan setempat, Very Awales, bersama berbagai elemen masyarakat.

Aksi penghijauan berlangsung di Desa Tanaduen, Kecamatan Kangae, yang kini mulai dikembangkan sebagai kawasan wisata berbasis edukasi dan konservasi. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki potensi ekologis sekaligus nilai edukatif bagi masyarakat.

Kegiatan ini digagas oleh Komunitas Jaring Sejahtera dengan melibatkan komunitas lingkungan, pegiat literasi, serta warga setempat. Kolaborasi lintas kelompok ini memperlihatkan pendekatan partisipatif dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Jenis pohon yang ditanam meliputi jati emas dan mangga yang dinilai adaptif dengan kondisi pesisir. Selain memperkuat penghijauan, tanaman tersebut juga diharapkan memberi manfaat ekonomi jangka panjang.

Very Awales menegaskan bahwa momentum Hari Bumi tidak sekadar seremoni tahunan, tetapi harus menjadi titik balik kesadaran ekologis masyarakat. Ia menyebut penanaman pohon sebagai investasi berkelanjutan bagi kehidupan generasi mendatang.

“Menanam pohon adalah investasi jangka panjang bagi kehidupan,” ujarnya di sela kegiatan. Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya aksi nyata dibanding sekadar wacana pelestarian lingkungan.

Selain penanaman, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan penyalaan 50 obor pada malam hari di lokasi yang sama. Aksi simbolik ini dirancang sebagai kampanye lingkungan yang menyasar kesadaran publik secara lebih luas.

Ketua Asosiasi Desa Wisata (Asidewi), Yance Moa, menilai kegiatan tersebut dapat memperkuat identitas Desa Tanaduen sebagai destinasi wisata edukatif. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pelestarian alam dan pengembangan ekonomi lokal.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan,” katanya. Menurutnya, pendekatan berbasis komunitas menjadi kunci keberhasilan program berkelanjutan.

Hingga kini, belum ada data resmi terkait luas area penghijauan maupun jumlah total pohon yang ditargetkan. Meski demikian, kegiatan ini dipastikan berlanjut sebagai bagian dari komitmen jangka panjang masyarakat dan komunitas setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....