KKI Dorong Puskesmas Perkuat Layanan Jiwa

  • 22 Apr 2026 17:36 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Desakan peningkatan standar layanan jiwa di Puskesmas sebagai garda terdepan penanganan ODGJ.
  • Tuntutan stabilitas ketersediaan stok obat jiwa di Puskesmas guna mencegah kondisi putus obat pada pasien.
  • Penurunan angka pemasungan melalui pelayanan medis prima dan sistem rujukan gawat darurat psikiatri yang lebih cepat.

RRI.CO.ID, Ende – Kelompok Kasih Insanis (KKI) mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan jiwa di seluruh Puskesmas di Kabupaten Ende. Upaya ini dinilai penting karena Puskesmas merupakan garda terdepan dalam penanganan pasien gangguan jiwa.

Founder KKI Ende, Pater Avent Saur, mengatakan tenaga kesehatan di tingkat dasar perlu mendapatkan pelatihan berkelanjutan terkait penanganan kesehatan jiwa.

“Hal ini penting agar diagnosis dan pemberian obat dapat dilakukan secara tepat,” ujarnya kepada RRI, Jumat pagi, 17 April 2026.

Ia menegaskan, ketersediaan obat jiwa yang stabil di Puskesmas menjadi faktor utama dalam mendukung proses pemulihan pasien. Konsumsi obat secara rutin sangat menentukan kestabilan kondisi psikis.

KKI juga mencatat masih adanya hambatan akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah pelosok.

“Kendala transportasi dan minimnya informasi membuat banyak pasien tidak mendapatkan perawatan yang semestinya,” jelasnya.

Selain itu, KKI mendorong penguatan kolaborasi antara tenaga medis dan relawan dalam memantau perkembangan pasien di lapangan. Sistem rujukan yang baik dinilai penting untuk mempercepat penanganan kasus darurat psikiatri.

Pater Avent juga meminta pemerintah daerah memastikan ketersediaan stok obat agar tidak terjadi kekosongan di fasilitas layanan kesehatan.

Menurutnya, pelayanan kesehatan jiwa yang optimal dapat menekan praktik pemasungan yang masih terjadi di masyarakat.

Ia menambahkan, Puskesmas yang responsif terhadap ODGJ akan meningkatkan kepercayaan keluarga untuk membawa anggota keluarganya berobat.

KKI berharap kesehatan jiwa menjadi perhatian serius dalam kebijakan layanan kesehatan daerah ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....