Pra-Launching OSOP di Maumere, Gubernur NTT Dorong Sekolah Hasilkan Produk Lokal

  • 19 Apr 2026 19:20 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan pentingnya perubahan arah pendidikan agar lebih terhubung dengan potensi daerah dan kebutuhan dunia kerja. Hal ini disampaikannya saat pra-launching program One School, One Product (OSOP) di SMK Negeri 1 Maumere, Kabupaten Sikka, Jumat, 17 April 2026.

Menurut Gubernur, pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada aspek akademik dan karakter, tetapi harus diperkuat dengan kewirausahaan. Ia menilai ketiga aspek tersebut harus berjalan seimbang agar lulusan memiliki arah yang jelas setelah menyelesaikan pendidikan. “Pendidikan kita arahkan untuk urusan akademik, karakter, dan kewirausahaan. Ini harus jalan bersama. Kewirausahaan harus diperkenalkan supaya anak-anak tidak kehilangan konteks kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Melki juga menyoroti masih banyak lulusan yang belum terhubung dengan potensi daerahnya, sehingga mengalami kesulitan dalam menentukan pekerjaan. Ia bahkan mengungkap fenomena lulusan perguruan tinggi, termasuk dari luar negeri, yang belum terserap dunia kerja karena tidak relevan dengan kebutuhan lokal.

Untuk itu, Gubernur mendorong penguatan muatan lokal berbasis potensi daerah serta menciptakan lingkungan belajar yang adaptif, termasuk pemanfaatan pembelajaran virtual. Gubernur juga menekankan pentingnya pendidikan karakter melalui kegiatan kepramukaan serta membangun ruang dialog terbuka di lingkungan sekolah.

Dalam konteks ekonomi, Gubernur Melki mengaitkan program OSOP dengan upaya mengurangi defisit perdagangan NTT yang masih tinggi, mencapai sekitar Rp51 triliun pada tahun sebelumnya. Ia menyebut OSOP sebagai bagian dari tiga pilar utama penyokong NTT Mart, bersama desa dan komunitas, untuk memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis produksi lokal.

“Kita harus produksi sendiri. Kalau tidak, uang kita terus keluar. Sekolah punya peran melatih anak menghasilkan produk dan uang,” ujarnya.

Melki juga mencontohkan potensi ekonomi lokal yang bisa dikembangkan, mulai dari pertanian, peternakan, hingga produk sederhana seperti air minum lokal. Ia bahkan mendorong pemerintah daerah membuat regulasi agar penggunaan produk lokal diprioritaskan dalam kegiatan pemerintahan, hotel, hingga usaha kecil.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambrosius Kodo, menyampaikan bahwa program NTT Mart berbasis OSOP telah mulai diterapkan di beberapa daerah, yakni Kabupaten Belu, TTU, TTS, dan Kota Kupang. Menurutnya, pendekatan ini dirancang untuk membangun kreativitas, inovasi, dan keterampilan kewirausahaan peserta didik.

“Peserta didik tidak hanya akademik, tetapi harus punya pengalaman dan skill. OSOP ini jadi ruang belajar nyata,” ujarnya. Sementara Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, menilai program tersebut menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerahnya.

“Pendidikan adalah kunci keluar dari berbagai persoalan sosial. Kami siapkan penguatan kapasitas guru, termasuk literasi dan numerasi agar lebih relevan dengan kondisi saat ini,” katanya. Ia juga menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap implementasi NTT Mart dan OSOP melalui koordinasi dengan sekolah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....