Kemenag Manggarai Gelar Seminar Penguatan Toleransi Beragama di Reo

  • 16 Apr 2026 07:51 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Manggarai menggelar seminar bertajuk Penguatan Nilai-Nilai Toleransi Beragama di Madrasah/Sekolah sebagai Pilar Harmoni dalam Kehidupan Bermasyarakat dan Berbangsa di Islamic Center Nurul Huda Reo, Selasa, 14 April 2026.

Kegiatan ini dihadiri Ketua MUI Kabupaten Manggarai, Kepala Seksi Pendidikan Islam Kemenag Manggarai, para tokoh agama lintas denominasi sebagai narasumber, kepala madrasah dan sekolah se-Kecamatan Reok dan Reok Barat, guru, komite sekolah, serta para siswa.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Manggarai, Ponsi Mudin, dalam sambutannya menegaskan bahwa toleransi beragama merupakan fondasi utama dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, terutama di tengah keberagaman Indonesia.

Ia menyebutkan, madrasah dan sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai toleransi kepada generasi muda sejak dini, melalui pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter.

“Melalui pendidikan yang berlandaskan nilai agama dan kemanusiaan, kita dapat membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki empati dan saling menghargai perbedaan,” ujarnya.

Menurutnya, keberagaman suku, budaya, dan agama di Indonesia merupakan anugerah yang harus dijaga. Namun, tanpa pengelolaan yang baik, keragaman tersebut juga berpotensi menimbulkan konflik.

Karena itu, ia menekankan pentingnya penguatan nilai toleransi melalui dunia pendidikan, agar generasi muda mampu hidup berdampingan secara damai dan melanjutkan warisan nilai kebersamaan yang lebih baik.

Dalam seminar ini, para peserta diajak mendalami berbagai strategi dan metode untuk mengintegrasikan nilai-nilai toleransi dalam kurikulum, serta praktik kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Ponsi Mudin juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuhnya sikap toleran. “Sinergi semua pihak sangat dibutuhkan agar nilai-nilai toleransi dapat tertanam kuat dalam diri peserta didik,” katanya.

Ia berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, ramah, dan menghargai keberagaman.

Seminar tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Manggarai, Pontius Mudin, sebagai bentuk komitmen dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter toleran dan berjiwa kebangsaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....