Peran Kultural Dorong Kesetaraan Gender Tanpa Hilangkan Nilai
- 14 Apr 2026 14:16 WIB
- Ende
Poin Utama
- 1. Pendekatan kultural dan dialog menjadi cara efektif mengkritisi norma budaya.
- 2. Perubahan harus dilakukan tanpa menghilangkan nilai luhur masyarakat.
- 3. Peran laki-laki penting dalam mendukung kesetaraan gender di keluarga.
- 4. Pendidikan dalam keluarga menjadi fondasi utama membangun kesetaraan.
- 5. Generasi muda didorong menjadi pelaku perubahan dan bijak bermedia sosial.
RRI.CO.ID, Ende - Upaya mengkritisi norma budaya yang membatasi perempuan perlu dilakukan secara bijak tanpa menghilangkan nilai-nilai luhur yang telah mengakar di masyarakat. Pendekatan kultural dinilai menjadi cara efektif untuk membangun kesadaran bersama secara damai dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Sr. Florensia, SSpS dari Tim JPIC dalam program Pengarusutamaan Gender di RRI, Senin, 13 April 2026. Ia menekankan pentingnya dialog sebagai jembatan untuk menyampaikan perubahan, bukan dengan cara memaksa atau menyalahkan.
Menurutnya, pendekatan yang santun dan menghargai budaya lokal, termasuk penggunaan bahasa daerah, dapat membantu masyarakat lebih terbuka menerima gagasan baru. “Mengakui bahwa budaya memiliki nilai baik, namun tetap mengajak bersama untuk memperbaiki hal-hal yang masih kurang, menjadi kunci agar perubahan tidak menimbulkan penolakan,” ujarnya.
Selain itu, peran laki-laki dinilai sangat penting dalam mendorong kesetaraan gender. Dukungan dapat diwujudkan melalui sikap mendengarkan, memahami pengalaman perempuan, hingga berbagi peran dalam rumah tangga. Hal ini juga menjadi contoh nyata bagi anak-anak dalam membentuk pola pikir yang adil sejak dini.
Sr. Florensia juga menyoroti pentingnya pendidikan dalam keluarga sebagai fondasi utama. Ia menegaskan bahwa kesetaraan gender harus dimulai dari rumah, melalui pembagian tugas yang adil tanpa membedakan anak laki-laki dan perempuan.
Bagi generasi muda, ia mengajak untuk aktif memutus rantai ketidakadilan dengan tindakan nyata, bukan sekadar wacana. Di era digital, generasi muda juga diingatkan untuk bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak mudah terpengaruh oleh konten yang viral namun tidak bernilai positif.
Sebagai penutup, ia memberikan pesan khusus kepada perempuan agar tetap berdaya di tengah keterbatasan. “Jangan biarkan keterbatasan melumpuhkan kemauan dan kemampuan. Teruslah belajar dan berjuang, karena perempuan memiliki kekuatan besar untuk mengubah keluarga dan masyarakat menjadi lebih baik,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....