Komunitas Oi Asa Dorong Wisata Berbasis Budaya Adonara

  • 13 Apr 2026 11:52 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Komunitas Oi Asa Adonara mendorong pengembangan wisata berbasis budaya dan masyarakat lokal.
  • Adonara memiliki potensi wisata lengkap, mulai dari alam hingga tradisi adat yang masih terjaga.
  • Kegiatan utama meliputi asesmen desa wisata dan penyelenggaraan Festival Pune Lewo.
  • Tantangan utama meliputi akses, promosi, dan keterbatasan pendanaan.
  • Harapan ke depan adalah menjadikan Adonara sebagai destinasi wisata berkelanjutan berbasis komunitas.

RRI.CO.ID, Flores Timur - Pengembangan pariwisata berbasis komunitas terus digencarkan di wilayah Adonara, Kabupaten Flores Timur. Salah satunya melalui peran aktif Komunitas Oi Asa Adonara yang berfokus mengangkat potensi alam dan budaya lokal agar menjadi destinasi wisata berkelanjutan.

Ketua Komunitas Oi Asa Adonara, Mariana Tuto Demon, mengatakan komunitas ini dibentuk dari keresahan generasi muda terhadap potensi daerah yang belum dikelola secara optimal. Padahal, Adonara memiliki kekayaan alam dan budaya yang unik serta autentik.

“Adonara itu paket lengkap. Mulai dari pantai alami, kampung adat, hingga tradisi yang masih sangat dijaga. Tetapi selama ini belum dikemas dengan baik,” ujar Mariana dalam program Komunitas Bicara RRI, Sabtu, 11 April 2026.

Ia menjelaskan, nama “Oi Asa” berasal dari bahasa lokal yang berarti satu rumpun atau satu asal. Filosofi ini mencerminkan semangat kebersamaan masyarakat Adonara dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya.

Sejak berdiri, komunitas ini telah melakukan berbagai kegiatan, seperti asesmen potensi wisata di desa-desa, promosi melalui media sosial, serta penyelenggaraan Festival Pune Lewo pada Maret lalu. Festival tersebut menjadi langkah awal dalam memetakan dan memperkenalkan potensi wisata Adonara secara lebih luas.

Menurut Mariana, keterlibatan masyarakat lokal menjadi kunci utama dalam pengembangan wisata berbasis komunitas. Warga tidak hanya menjadi objek, tetapi juga pelaku utama yang menjaga nilai-nilai budaya sekaligus mendapatkan manfaat ekonomi.

Beberapa potensi unggulan yang diangkat antara lain kampung adat dengan tatanan sosial yang masih terjaga, hutan adat yang sarat nilai spiritual, serta tradisi tenun ikat yang memiliki filosofi mendalam. Tenun Adonara, kata Mariana, bukan sekadar kain, melainkan simbol kehormatan dan identitas perempuan.

Meski demikian, pengembangan pariwisata di Adonara masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan akses, promosi ke luar daerah, serta pendanaan. Namun, semangat anak muda menjadi modal utama dalam menjalankan berbagai program.

“Kami percaya perubahan butuh proses. Selama kita bergerak bersama, pasti ada jalan,” katanya.

Ke depan, Komunitas Oi Asa berharap Adonara dapat dikenal sebagai destinasi wisata berbasis komunitas, di mana masyarakat menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri dan ekonomi lokal terus berkembang.

Mariana juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap warisan budaya. Menurutnya, pelestarian budaya bukan hanya untuk saat ini, tetapi juga demi generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....