The Golo Mori Kaji Paket Wisata Alternatif menuju Pulau Rinca

  • 23 Jul 2026 22:29 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - The Golo Mori mengkaji pengembangan paket wisata berbasis alam yang diharapkan dapat menjadi alternatif bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Taman Nasional Komodo (TNK). Rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan bersama sejumlah pemangku kepentingan.

General Manager The Golo Mori, Wahyuaji Munarwiyanto, mengatakan kawasan Golo Mori memiliki kedekatan dengan Pulau Rinca, Desa Pasir Panjang, salah satu destinasi di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) yang dibuka bagi wisatawan untuk melihat komodo di habitat alaminya. Potensi tersebut dinilai dapat mendukung pemerataan kunjungan wisata yang selama ini lebih banyak terkonsentrasi di Pulau Komodo.

Menurutnya, kawasan di sekitar Golo Mori menyimpan berbagai potensi wisata alam, mulai dari pelepasan tukik, pengamatan burung (bird watching), jalur pendakian (hiking trail), hingga aktivitas mengamati burung maleo dan burung kakaktua yang kerap terlihat pada pagi dan sore hari di kawasan Kerora, Pulau Rinca.

“Kami berharap orang tahu bahwa Labuan Bajo bukan sebatas Pulau Komodo, Pink Beach, dan Padar, tetapi sebenarnya masih banyak potensi lain yang belum dikembangkan dan dipromosikan dengan baik,” kata Wahyuaji saat ditemui, Kamis 23 Juli 2026.

Ia menjelaskan, pengembangan wisata tersebut telah lama menjadi bahan diskusi bersama berbagai pihak, termasuk pemerintah dan pengelola kawasan. Salah satu tujuannya adalah menghadirkan pilihan destinasi baru sehingga wisatawan memiliki lebih banyak aktivitas dan terdorong untuk tinggal lebih lama di Labuan Bajo.

Selain wisata darat, The Golo Mori juga melihat potensi wisata bahari di kawasan Kerora dan Wae Rebo, Pulau Rinca, yang dinilai memiliki daya tarik untuk aktivitas snorkeling.

Namun, Wahyuaji menegaskan pengembangannya masih memerlukan kajian yang matang, termasuk penyusunan paket wisata, kerja sama dengan operator, masyarakat, dan instansi terkait.

“Safety nomor satu. Karena hanya perlu satu insiden untuk menghilangkan seluruh kerja keras yang sudah dibangun bertahun-tahun. Jadi setiap pengembangan wisata harus dipastikan aman dan mengikuti rekomendasi pihak yang memahami kondisi perairan,” ungkapnya.

Wahyuaji menambahkan, berbagai rencana pengembangan masih berada dalam tahap pembahasan dan penyusunan. Ia berharap seluruh proses dapat berjalan sesuai rencana sehingga kawasan Golo Mori ke depan mampu menghadirkan pengalaman wisata yang beragam tanpa mengesampingkan aspek konservasi dan keselamatan pengunjung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....