Sebanyak 12 Siswa MAN Ende Lolos SPAN-PTKIN Nasional

  • 13 Apr 2026 09:27 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Sebanyak 12 peserta didik Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Ende berhasil lulus Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN). Kelulusan ini menjadi pintu masuk mereka ke berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia.

Keberhasilan tersebut mencerminkan kualitas layanan pendidikan madrasah yang semakin kompetitif di tingkat nasional. Para siswa mampu bersaing melalui jalur prestasi akademik tanpa harus mengikuti tes tertulis.

SPAN-PTKIN sendiri merupakan jalur seleksi nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Seleksi ini menggunakan nilai rapor dan prestasi akademik sebagai indikator utama penilaian.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MAN Ende, Mahmud Mohamad, menjelaskan bahwa peserta seleksi berasal dari siswa kelas XII. Mereka merupakan lulusan tahun berjalan dari MA, SMA, SMK, maupun pesantren muadalah.

Ia menambahkan bahwa proses pendaftaran dilakukan tanpa biaya bagi peserta. Hal ini menjadi salah satu bentuk pemerataan akses pendidikan tinggi keagamaan bagi seluruh siswa.

Dalam prosesnya, pihak madrasah berperan aktif melalui pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Data tersebut menjadi basis utama dalam menentukan kelayakan peserta mengikuti seleksi nasional.

Mahmud juga menekankan pentingnya pemahaman perbedaan antara jalur SPAN-PTKIN dan SNBP. Perbedaan tersebut meliputi penyelenggara, cakupan program studi, hingga kriteria peserta yang dapat mengikuti seleksi.

SPAN-PTKIN memberikan peluang lebih luas bagi siswa untuk memilih program studi keagamaan maupun umum di lingkungan PTKIN. Kesempatan ini terbuka sepanjang peserta didaftarkan secara resmi oleh madrasah.

Untuk meningkatkan peluang kelulusan, madrasah mendorong siswa menjaga konsistensi prestasi akademik sejak awal. Selain itu, penguatan portofolio prestasi dan ketepatan data PDSS juga menjadi perhatian utama.

Capaian 12 siswa ini diharapkan mampu memotivasi peserta didik lainnya di Nusa Tenggara Timur. Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....